Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu (10/6). Pasar modal domestik berhasil mempertahankan momentum penguatan sejak pembukaan hingga akhir sesi perdagangan, dengan indeks ditutup kokoh di zona hijau.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, IHSG ditutup menguat sebesar 155,73 poin atau setara dengan 2,71 persen. Dengan kenaikan tersebut, posisi indeks kini berada di level 5.902,38.
Tren positif ini juga menular ke indeks saham unggulan lainnya. Indeks LQ45 mencatatkan kenaikan yang lebih tajam, yakni sebesar 3,55 persen ke posisi 589,48.
Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini tergolong sangat ramai. Total nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp 30,90 triliun dengan volume perdagangan menyentuh angka 46,01 miliar lembar saham. Adapun frekuensi transaksi tercatat cukup intens, yakni sebanyak 3,09 juta kali.
Sentimen positif di lantai bursa juga berbanding lurus dengan penguatan mata uang nasional. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terpantau perkasa terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah ditutup menguat 114 poin atau sekitar 0,63 persen ke level Rp 17.944 per dolar AS.
Kondisi pasar domestik yang bergairah ini tampak kontras dengan kinerja bursa saham di kawasan Asia yang cenderung variatif dan berada dalam tekanan. Berdasarkan data Stockbit dan Yahoo Finance, mayoritas indeks regional mencatatkan koreksi.
Indeks Nikkei 225 di Jepang memimpin pelemahan dengan turun 1,91 persen ke 64.179,27. Sementara itu, Indeks Straits Times di Singapura terkoreksi 1,23 persen ke 4.961,79. Di pasar Tiongkok, Indeks SSE Composite melemah 0,42 persen ke 3.993,23, dan Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,65 persen ke 24.407,96.
Di sisi domestik, pergerakan saham didominasi oleh deretan emiten yang mencatatkan kenaikan harga signifikan atau top gainers. Saham BABY memimpin dengan penguatan 35,00 persen ke level 189, disusul KBLV yang naik 34,85 persen ke level 89. Saham FOLK juga mencatatkan kenaikan 34,59 persen ke 214, ASLI naik 34,55 persen ke 222, dan LCKM menguat 30,85 persen ke 123.
Di sisi lain, terdapat saham yang mengalami tekanan jual atau top losers. Saham GRIA memimpin pelemahan dengan turun 14,69 persen ke 122, diikuti CTBN yang terkoreksi 12,20 persen ke 5.575. Selanjutnya, saham NFCX turun 12,09 persen ke 1.490, STAR turun 12,09 persen ke 320, dan SMMA melemah 10,42 persen ke 21.500.
Berdasarkan nilai transaksi harian, saham BBCA menjadi yang paling likuid dengan nilai Rp 4,03 triliun. Posisi berikutnya ditempati oleh TPIA dengan nilai Rp 3,25 triliun, BBRI sebesar Rp 2 triliun, BMRI sebanyak Rp 1,50 triliun, dan DSSA sebesar Rp 1,42 triliun.
Sementara dari sisi volume perdagangan, saham BUMI mencatatkan transaksi tertinggi yakni sebanyak 74,12 juta lembar. Diikuti oleh BIPI sebanyak 24,09 juta lembar, BNBR dengan 21,53 juta lembar, DSSA sebanyak 18,50 juta lembar, dan TPIA dengan 16,87 juta lembar.







