Balaton Park – Posisi Veda Ega Pratama sebagai pendatang baru atau rookie terbaik dalam persaingan Moto3 2026 resmi tergeser. Pembalap asal Gunungkidul tersebut harus merelakan takhta klasemen rookie setelah gagal mengamankan poin pada seri kedelapan yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, Minggu (7/6/2026).
Kegagalan Veda meraih poin dipicu oleh serangkaian kendala teknis dan regulasi di lintasan. Memulai balapan dari posisi kesembilan, pembalap Honda Team Asia ini dibebani hukuman long lap penalty. Situasi semakin sulit ketika Veda melakukan kesalahan saat menjalani penalti tersebut. Ia melebar keluar lintasan hingga posisinya merosot ke urutan 17. Hingga balapan berakhir, Veda hanya mampu finis di posisi ke-16. Hasil ini tercatat sebagai performa terburuknya sepanjang musim 2026, kecuali pada seri Amerika Serikat di mana ia gagal finis akibat terjatuh.
Di sisi lain, rival utama Veda, Brian Uriarte, justru mendapatkan keuntungan dari regulasi balapan meskipun sempat mengalami kecelakaan. Pada putaran ke-19, Uriarte terlibat insiden tabrakan dengan David Munoz dan Valentin Perrone saat memperebutkan posisi ketiga. Meski tidak menyentuh garis finis, Uriarte tetap dinyatakan sah menempati posisi keempat karena dianggap telah mencapai pit lane dalam durasi kurang dari lima menit setelah insiden. Keputusan ini didasarkan pada pemangkasan jumlah putaran balapan menjadi 19 lap akibat bendera merah yang dikibarkan sesaat setelah kecelakaan terjadi.
Keuntungan regulasi tersebut membuat Uriarte berhak mendapatkan tambahan 13 poin. Hal ini secara otomatis menggeser posisi Veda di klasemen sementara. Kini, Brian Uriarte menempati urutan kelima dengan koleksi 72 poin, unggul satu angka dari Veda Pratama yang berada di posisi keenam dengan 71 poin. Perubahan posisi ini sekaligus menempatkan Uriarte sebagai rookie terbaik saat ini, menggeser dominasi yang sebelumnya dipegang oleh pembalap asal Indonesia tersebut.
Sementara itu, persaingan di papan atas klasemen umum Moto3 2026 masih dikuasai oleh Maximo Quiles. Pembalap yang disebut-sebut sebagai anak didik Marc Marquez itu tampil dominan dengan mengumpulkan 170 poin. Kemenangan di Hungaria memperkokoh posisinya di puncak klasemen, dengan selisih 59 poin dari pesaing terdekatnya, Alvaro Carpe, yang mengemas 111 poin. Posisi ketiga hingga kelima secara berurutan diisi oleh Marco Morelli dengan 77 poin, David Almansa dengan 76 poin, dan Brian Uriarte dengan 72 poin.
Bagi Veda Pratama, hasil di Hungaria menjadi catatan evaluasi penting. Kegagalan meraih poin untuk kedua kalinya musim ini menuntut konsistensi lebih tinggi pada seri-seri berikutnya. Dengan selisih hanya satu poin dari Uriarte, persaingan untuk memperebutkan gelar rookie terbaik diprediksi akan berlangsung sengit hingga akhir musim. Para pembalap kini bersiap menghadapi tantangan fisik dan teknis di seri-seri selanjutnya untuk memperbaiki posisi di klasemen, baik di kategori rookie maupun klasemen umum kejuaraan dunia Moto3.







