Berita

Fenomena Awan Noctilucent Kembali Hiasi Langit Belahan Bumi Utara Tahun 2026

23
×

Fenomena Awan Noctilucent Kembali Hiasi Langit Belahan Bumi Utara Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
apa-itu-awan-bercahaya-noctilucent-yang-muncul-pada-awal-juni?
apa itu awan bercahaya noctilucent yang muncul pada awal juni?

Jakarta – Musim fenomena awan noctilucent tahun 2026 telah resmi dimulai. Awan langka yang memancarkan kilau keperakan ini kembali menghiasi langit belahan bumi utara sepanjang musim panas.

Penampakan awal dari fenomena tersebut berhasil diabadikan oleh fotografer John Clement di atas kota Kennewick, Washington, Amerika Serikat, pada 2 Juni 2026.

Clement mengungkapkan, saat itu ia sebenarnya sedang bersiap memotret konjungsi antara planet Venus dan Jupiter.

Namun, ia kemudian menyadari adanya awan langka yang mulai muncul di ufuk utara.

Tidak hanya di Amerika Serikat, pengamat langit asal Jerman, Daniel Fischer, juga sempat merekam penampakan awan noctilucent melalui siaran langsung di platform X pada 31 Mei lalu. Rekaman tersebut memperlihatkan formasi awan yang bercahaya di atas kota Flensburg.

“Musim #NoctilucentCloud 2026 yang dimulai beberapa malam lalu di wilayah lintang utara tinggi kini telah mencapai Jerman,” katanya di X, Minggu (31/6).

Secara ilmiah, awan noctilucent terbentuk dari kristal-kristal es berukuran sangat kecil yang terakumulasi di lapisan mesosfer. Lokasi pembentukannya berada pada ketinggian sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi, atau kira-kira sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan awan cirrus maupun formasi awan biasa.

Posisi pada ketinggian ekstrem yang berada di ambang tepi luar angkasa ini memungkinkan awan tersebut menangkap serta memantulkan cahaya Matahari. Hal itu terjadi saat Matahari masih berada di bawah cakrawala, baik sesaat setelah terbenam maupun sebelum fajar.

Kondisi tersebut membuat awan ini tampak bersinar terang di langit senja, sementara awan-awan lain yang berada di atmosfer bawah terlihat gelap.

Berdasarkan data, awan noctilucent paling sering teramati antara pertengahan Mei hingga pertengahan Agustus. Puncak penampakannya di belahan bumi utara biasanya terjadi pada bulan Juli.

Awan ini cenderung terbentuk di dekat kawasan kutub, yakni lokasi di mana lapisan mesosfer mencapai suhu paling dingin. Penampakan terbaik umumnya dapat disaksikan pada lintang 45 hingga 80 derajat utara dari ekuator.

Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat disarankan mengarahkan pandangan ke langit bagian barat saat bintang-bintang pertama mulai terlihat setelah Matahari terbenam.

Pengamat dapat mencari formasi awan tipis dan halus yang memancarkan cahaya keperakan serta kebiruan. Ciri khas utamanya adalah awan tersebut tetap terlihat bercahaya di langit senja, sementara awan-awan lain di dekat cakrawala tampak gelap.