Berita

Pemerintah Kerahkan Ribuan Alat Berat Percepat Pemulihan Wilayah Bencana di Sumatera

18
×

Pemerintah Kerahkan Ribuan Alat Berat Percepat Pemulihan Wilayah Bencana di Sumatera

Sebarkan artikel ini
aqadma5rg7s0cvv9
aqadma5rg7s0cvv9

Sumatera – Ribuan alat berat dikerahkan untuk bekerja tanpa henti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengerahan ini bertujuan mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Alat-alat berat tersebut menjadi tulang punggung dalam upaya pembersihan material longsor, pembukaan jalan yang terputus, normalisasi sungai, hingga pemulihan permukiman warga. Seluruh kegiatan ini dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Besarnya skala penanganan ini terlihat dari masifnya pengerahan sumber daya di lapangan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat telah memobilisasi 1.709 unit alat berat di Pulau Sumatera.

Upaya tersebut turut didukung oleh tambahan armada dari BUMN Karya untuk mempercepat penanganan darurat, pemulihan konektivitas, distribusi logistik, hingga perbaikan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas normal.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujarnya.

Dukungan alat berat tersebut saat ini telah tersebar di berbagai wilayah terdampak. Di Aceh, alat-alat tersebut berada di Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang. Sementara di Sumatera Utara, pengerahan dilakukan di ruas jalan Tarutung-Sibolga, serta di sejumlah kawasan terdampak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Penguatan penanganan tidak hanya dilakukan oleh kementerian teknis, tetapi juga melibatkan Kepolisian RI. Korps Bhayangkara mengerahkan sedikitnya 86 unit alat berat dan 18 dump truck di berbagai titik.

Di Aceh, alat berat difungsikan untuk membuka akses desa yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga dari tumpukan lumpur, hingga memperkuat tanggul sungai.

Sementara di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, alat berat difokuskan untuk membuka kembali jalur distribusi, membersihkan kawasan padat penduduk, serta memulihkan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak.

Kolaborasi pemulihan juga melibatkan BUMN konstruksi dan sektor swasta. Dukungan alat berat datang dari berbagai pihak seperti Brantas Abipraya, Wijaya Karya, hingga Komatsu yang turut mendistribusikan ekskavator ke wilayah Sumatera.

Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan gotong royong untuk menjawab kebutuhan lapangan yang sangat dinamis.

Satgas PRR juga merespons cepat kebutuhan spesifik daerah yang masih menghadapi ancaman longsor dan banjir berulang. Di Aceh Tengah, permohonan bantuan alat berat dari Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mendapatkan tindak lanjut langsung dari Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.

Bantuan yang dikirim berupa 14 unit dump truck, 4 unit excavator, dan 3 unit backhoe loader, lengkap dengan dukungan operator serta bahan bakar. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, memperbaiki akses jalan, serta normalisasi sungai di titik-titik rawan.

“Dengan datangnya bantuan dari Bapak Mendagri ini tentu sangat membantu masyarakat Aceh Tengah. Tadi kami juga baru selesai rapat bersama 42 desa terdampak bencana yang memang membutuhkan alat berat ini,” ujar Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.