Berita

AS Tutup Celah Larang Ekspor Chip AI ke Anak Perusahaan China

15
×

AS Tutup Celah Larang Ekspor Chip AI ke Anak Perusahaan China

Sebarkan artikel ini
as-larang-ekspor-chip-ke-perusahaan-china-di-luar-tiongkok
as larang ekspor chip ke perusahaan china di luar tiongkok

Washington – Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan kembali larangan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) canggih bagi anak perusahaan Tiongkok yang beroperasi di luar wilayah Tiongkok. Langkah ini diambil pemerintah untuk menutup celah regulasi kontrol ekspor yang sebelumnya memicu kebingungan di industri teknologi.

Departemen Perdagangan AS menetapkan bahwa persyaratan lisensi kini berlaku bagi seluruh perusahaan, tanpa memandang lokasi operasionalnya, selama induk atau kantor pusat perusahaan tersebut berada di Tiongkok.

Biro Industri dan Keamanan (BIS) menjelaskan, aturan ini ditegaskan kembali sebagai respons atas kekosongan kebijakan setelah pemerintahan Trump sempat membatalkan kerangka aturan era Joe Biden pada Mei 2026. Pembatalan sebelumnya dilakukan dengan alasan regulasi tersebut dianggap terlalu memberatkan dan berdampak negatif pada hubungan diplomatik.

“Jawabannya adalah ya,” tegas BIS dalam sebuah pemberitahuan resmi terkait status pemberlakuan aturan tersebut.

Di sisi lain, raksasa chip asal AS, Nvidia, menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan terbaru dalam setiap proses penjualan dan pemeriksaan produk.

“Lisensi diperlukan untuk mengirimkan produk yang dikendalikan ke perusahaan yang berbasis di China,” ujar juru bicara Nvidia.

Sementara itu, pihak AMD dan Intel hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan tersebut. Begitu pula dengan juru bicara Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) yang enggan berkomentar.

Kebijakan ini menuai sorotan dari mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Chris McGuire. Ia menuding bahwa ketidakjelasan regulasi sebelumnya sempat memberikan celah yang memungkinkan perusahaan Tiongkok membeli chip dalam skala besar secara legal.

“Klarifikasi ini memperjelas bahwa pengiriman Blackwell ke perusahaan-perusahaan yang berkantor pusat di Tiongkok di luar Tiongkok sekarang ilegal lagi,” ujar McGuire melalui unggahan di media sosial X.

McGuire menambahkan, meski aturan ini dinilai sebagai langkah positif, ia mendesak pemerintah untuk meninjau kembali besaran pengiriman chip yang sudah terlanjur terjadi selama masa transisi kebijakan tersebut.

AS terus berupaya memperketat pasokan teknologi canggih ke Tiongkok di tengah sengitnya persaingan dominasi AI global. Sebelumnya, pada Desember 2025, pemerintahan Trump sempat melonggarkan aturan dengan mengizinkan Nvidia menjual chip H200 ke Tiongkok.