Ecozone

Perusahaan Sawit Menanti Kejelasan Aturan Teknis Tata Kelola Ekspor

38
×

Perusahaan Sawit Menanti Kejelasan Aturan Teknis Tata Kelola Ekspor

Sebarkan artikel ini
0e9fbc9af8393c728eba5cb93d9d9ac3.jpg
0e9fbc9af8393c728eba5cb93d9d9ac3.jpg

Jakarta – Sejumlah emiten besar di sektor kelapa sawit saat ini masih menahan diri untuk merumuskan strategi bisnis terkait penunjukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal. Para pelaku usaha mengaku masih menunggu terbitnya peraturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah (PP) mengenai tata kelola ekspor sumber daya alam.

Tiga perusahaan yang telah memberikan tanggapan resmi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSPP), dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR).

Corporate Secretary SIMP, Meyke Ayuningrum, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengukur dampak kebijakan tersebut bagi perusahaan. Hal senada disampaikan pihak manajemen LSPP dan SMAR yang menyebut sedang mencermati detail aturan teknis yang akan diterbitkan pemerintah.

Wakil Direktur Utama SMAR, Gianto Widjaja, menegaskan bahwa manajemen akan melakukan kajian komprehensif setelah regulasi tersebut resmi berlaku. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan perusahaan dalam melakukan penyesuaian operasional sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Kebijakan ekspor satu pintu ini sebelumnya diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menunjuk PT DSI sebagai badan usaha milik negara yang berfungsi sebagai eksportir tunggal untuk komoditas kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloy.

Presiden menjelaskan bahwa mekanisme ini akan berjalan layaknya fasilitas pemasaran. Nantinya, hasil dari penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk kepada para pelaku usaha pengelola komoditas terkait. Kebijakan ini diharapkan mampu menata sistem ekspor sumber daya alam nasional secara lebih terintegrasi.

ec4bfbfe008f8594c0f994587639a467.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Periode penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri Sukuk Tabungan 016 (ST016) akan berakhir awal Juni 2026. Jelang berakhirnya penawaran, target penjualan ST016 hampir terpenuhi. Simak cara investasi sukuk ST016 sebelum kehabisan kuota. Masa penawaran sukuk ST016 akan berakhir pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk…

ac7b8ab60b866e065157181dd6d3e4cb.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Dividen jumbo tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2026. Yield dividen ini mencapai 7x bunga deposito rupiah di bank umum. Dividen jumbo tersebut berasal dari PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Anak usaha dari Saratoga Investama Sedaya yang bergerak di bidang distribusi dan penjualan sepeda motor bermerek Honda akan membagikan dividen tunai dengan total nilai Rp451,89 miliar. Dengan jumlah tersebut, para…

c30cd5b35644cf85c7da4b51e0884238.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Wall Street turun dari rekor tertinggi di awal perdagangan hari ini karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredam harapan akan kesepakatan damai yang akan segera terjadi, sementara investor mencerna data inflasi utama. Kamis (28/5/2026) pukul 21.15 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average turun 110,97 poin atau 0,22% menjadi 50.533,31, indeks S&P 500 menguat tipis 1,71 poin, atau 0,02% ke…