BeritaEcozonePemerintahan

Kemenpar Pacu Transformasi Ekosistem Pariwisata Nasional yang Resilien dan Berkelanjutan

18
×

Kemenpar Pacu Transformasi Ekosistem Pariwisata Nasional yang Resilien dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pertemuan yang berlangsung selama dua hari hingga 21 Mei tersebut mengusung tema besar transformasi ekosistem kepariwisataan nasional.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan Rakornas tahun ini memiliki urgensi khusus karena diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata merupakan gerakan kolektif untuk membangun kemandirian dan daya saing bangsa.

“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian, dan daya saing bangsa. Di setiap destinasi, tersimpan kekuatan budaya, alam, kreativitas, serta keramahan masyarakat Indonesia yang menjadi modal besar untuk bangkit dan maju,” ujar Widiyanti.

Fokus utama kegiatan ini adalah penyusunan rencana aksi dan evaluasi kebijakan dengan menerapkan prinsip Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan (ORIK). Forum ini juga menghadirkan pakar lintas sektor untuk membedah tantangan global, mulai dari krisis energi, krisis iklim, hingga tren pariwisata masa depan.

Selain itu, pemerintah tengah memprioritaskan sinkronisasi regulasi terkait akomodasi, Online Travel Agent (OTA), serta tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan. Widiyanti berharap jajarannya mampu menghasilkan langkah yang nyata, bukan sekadar wacana.

“Kita harus mewujudkan transformasi ekosistem pariwisata yang resilien dan tumbuh secara berkelanjutan. Upaya ini harus menghasilkan langkah yang konkret, terintegrasi, jelas, dan terukur,” tegas Menteri Pariwisata.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya menjadikan pariwisata sebagai motor pertumbuhan domestik yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, sektor ini krusial untuk menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Pemerintah menargetkan kontribusi pariwisata mencapai 5% terhadap PDB nasional dengan proyeksi devisa sebesar 39,4 miliar US Dollar. Angka tersebut dinilai setara dengan nilai ekspor komoditas utama seperti batubara dan sawit.

“Angka 39 miliar dolar ini setara dengan nilai ekspor komoditas utama kita seperti batubara dan sawit. Ini membuktikan bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan industri ekstraktif. Kita harus menggenjot pariwisata sebagai sektor yang sustainable,” jelas Menko Airlangga.

Guna mencapai target tersebut, pemerintah telah menyiapkan lima strategi kolaboratif. Strategi itu meliputi penguatan SDM vokasi, peningkatan standar keselamatan, perluasan bebas visa kunjungan, penguatan otoritas kawasan, serta maksimalisasi konektivitas transportasi.

42f1de8356f901e44c0d4e08dc0b981b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Valuta asing (valas) utama diproyeksi bergerak beragam setelah risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 April dirilis Rabu (20/5/2026). Dalam risalah tersebut, mayoritas pejabat The Fed menilai pengetatan kebijakan moneter kemungkinan diperlukan apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Mengutip Trading Economics, Kamis (21/5/2026) pukul 15.40 WIB, pasangan valas EUR/USD di level 1,1625,…