Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mencopot John Phelan dari jabatannya sebagai Menteri Angkatan Laut di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Langkah ini dinilai krusial karena armada laut AS saat ini menjadi ujung tombak blokade di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengendalikan sekitar 20 persen distribusi energi dunia.

Pentagon melalui juru bicara Sean Parnell mengonfirmasi bahwa Phelan telah melepaskan jabatannya secara efektif. Namun, kebijakan ini memicu spekulasi luas mengingat posisi Angkatan Laut yang sangat vital dalam strategi tekanan Washington terhadap Teheran.

Phelan, seorang pebisnis dan donatur utama Partai Republik yang ditunjuk pada 2024, sempat memicu perdebatan sejak awal masa jabatannya. Sebagai figur sipil tanpa latar belakang militer, ia kerap dikritik terkait lambatnya reformasi pembangunan kapal perang.

Selain masalah performa, hubungan Phelan dengan jajaran petinggi Pentagon, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dilaporkan tidak harmonis. Ia juga disebut-sebut sempat terjerat dalam penyelidikan etik internal yang semakin mengikis posisinya di pemerintahan.

Pencopotan Phelan menambah daftar panjang perombakan pejabat tinggi di tubuh militer AS. Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Randy A. George juga telah lebih dulu didepak dari jabatannya. Fenomena ini memperkuat indikasi adanya ketegangan internal di Pentagon di tengah tekanan operasional perang yang terus meningkat.

Meski terjadi pergantian pucuk pimpinan, Pentagon menegaskan bahwa strategi militer AS terhadap Iran tidak akan berubah. Saat ini, militer AS tetap berfokus pada patroli intensif dan penekanan ekonomi terhadap Iran. Di lapangan, ketegangan justru kian tajam setelah insiden penyitaan kapal kargo oleh kedua belah pihak di perairan strategis tersebut.

Untuk sementara, posisi Menteri Angkatan Laut diisi oleh Hung Cao. Berbeda dengan pendahulunya, Cao merupakan veteran Angkatan Laut dengan pengalaman selama 25 tahun. Penunjukannya diharapkan mampu menstabilkan struktur kepemimpinan militer yang saat ini tengah menghadapi tantangan kompleks di tengah eskalasi konflik global.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *