Jakarta – Kasus percobaan pembunuhan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih belum menemui titik terang setelah dua pekan.
Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan awal.
Andrie disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Salemba 1, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam.
Serangan terjadi usai Andrie menghadiri acara podcast di kantor YLBHI.
Tema podcast tersebut adalah “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Polda Metro Jaya memperkirakan lebih dari empat orang terlibat.
Mabes TNI mengklaim telah menahan empat prajurit terkait serangan tersebut.
Berikut perkembangan kasus penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus:
Beda Informasi Polda Metro Jaya dan TNI
Rabu (18/3), Puspom TNI dan Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus ini.
Terdapat perbedaan inisial tersangka yang disampaikan.
TNI menyatakan telah mengamankan empat anggotanya: Kapten NDP, Lettu SL dan BHW, serta Serda ES.
Keempatnya bertugas di Denma BAIS TNI dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Polda Metro Jaya mengungkap inisial dua pelaku adalah BHC dan MAK.
Dua orang lainnya belum teridentifikasi.
Disebutkan tidak ada koordinasi antara Puspom TNI dan Polda Metro Jaya dalam penyelidikan.
Penyerahan Jabatan Kabais TNI
Kepala BAIS TNI, Letjen Yudi Abrimantyo, telah menyerahkan jabatannya terkait kasus ini.
“Sebagai pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Rabu (25/3).
TNI belum mengumumkan pengganti Letjen Yudi.
TNI juga belum menyampaikan perkembangan penyelidikan setelah penahanan empat anggota BAIS.
Kondisi Iskemia di Mata Kanan
Tim medis RSCM menemukan kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) pada mata kanan Andrie Yunus.
“Tim medis menemukan adanya kondisi iskemia kembali pada area bawah sklera mata kanan sekitar 40 persen,” ujar RSCM, Rabu (25/3) malam.
Desakan Bentuk Tim Independen
TAUD mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pengungkapan kasus ini secara menyeluruh dan independen.
“Termasuk dengan memerintahkan pembentukan tim investigasi yang kredibel,” kata Ketua YLBHI Muhamad Isnur.
Isnur juga mendesak agar perkara ini ditangani melalui peradilan umum.
Prabowo Sebut Tindakan Terorisme
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah tindakan terorisme.
“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut!” tegas Prabowo.
Prabowo memastikan proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu.
“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” kata dia.







