Jakarta – Aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras. RSCM memberikan informasi terbaru mengenai kondisinya.
Andrie Yunus mengalami luka bakar akibat cairan kimia di wajah dan beberapa bagian tubuh.
Operasi pembersihan jaringan (debridement) telah dilakukan pada Senin, 16 Maret 2026.
Tindakan ini bertujuan mengangkat jaringan kulit yang rusak.
Cangkok kulit juga dilakukan untuk mempercepat penyembuhan.
Saat ini, pasien menjalani perawatan luka intensif.
Tim medis akan menentukan waktu cangkok kulit lanjutan berdasarkan perkembangan klinis.
Mata kanan pasien mengalami kerusakan sel punca kornea sekitar 40 persen.
Membran amnion dipasang dan terapi anti-inflamasi diberikan untuk melindungi mata.
Kondisi mata kanan stabil, peradangan membaik.
Sel punca kornea mulai pulih, namun proses epitelisasi dipantau.
Pasien dalam pengawasan tim medis multidisiplin dan mendapat perawatan komprehensif.
Pemantauan berkala dilakukan untuk mencegah infeksi dan memastikan penyembuhan.
“RSCM berkomitmen memberikan penanganan medis optimal,” tulis pihak RSCM.
Pasien tiba di IGD pada Jumat, 13 Maret, sekitar pukul 12 malam.
Ia mengeluh luka bakar di wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan, serta gangguan penglihatan.
Tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan stabilisasi.
Pemeriksaan pH menunjukkan paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.







