BeritaHistory Of The DayPeristiwa

5 Fenomena Langit Desember 2020, Asteroid lewat bumi hingga Gerhana

198
×

5 Fenomena Langit Desember 2020, Asteroid lewat bumi hingga Gerhana

Sebarkan artikel ini
Fenomena Langit
Foto : Internet

FENESIA – Fenomena langit di bulan Desember banyak memberikan kejutan, termasuk juga peristiwa  langka. Mulai dari hujan meteor, solstis, konjungsi benda langit, hingga Gerhana Matahari tahunan.

Dimulai sejak 1 Desember kemarin mengenai Asteroid yang lewat dekat bumi, ada sekitar 4 Fenomena Langit lain yang juga akan terjadi.

Berikut ulasannya :

“Asteroid” 2020 SO : 1 Desember 2020

Pada , Selasa (1/12/2020) kemarin, gencar adanya “Asteroid” 2020 SO yang lewat dekat bumi.

Marufin menjelaskan asteroid yang satu ini ditemukan pada September 2020 oleh sistem penyigian langit Pan-STARRS di Observatorium Haleakala, Hawaii, Amerika serikat.

“Asteroid 2020 SO sekarang diduga kuat bukanlah asteroid. Melainkan sampah antariksa roket tingkat 2 (Centaur) dari misi antariksa tak-berawak Surveyor 2 yang ditujukan ke Bulan,” kata Marufin kepada Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Puncak Hujan Meteor Geminid: 13-14 Desember 2020

Hujan meteor Geminid adalah hujan meteor yang terkenal memiliki intensitas besar, yaitu lebih dari 100 meteor per jam.

Dinamakan hujan meteor geminid karena meteor-meteor Leonid seakan-akan berasal dari rasi gemini, padahal sesungguhnya berasal dari remah-remah komet tak dikenal.

“Hujan meteor Geminid kali ini akan memiliki intensitas sekitar 150 meteor per jam,” ujarnya.

Gerhana Matahari Total : 14 Desember 2020

Pada bulan Desember 2020 ini, Gerhana Matahari Total (GMT) diperkirakan kembali terjadi pada Senin (14/12/2020).

Sayangnya, Marufin berkata bahwa GMT kali ini hanya melintasi benua Amerika bagian selatan, tepatnya Chile dan Argentina

Bulan sabit termuda : 14 Desember 2020

Titik balik selatan Matahari : 21 Desember 2020

Titik balik selatan Matahari ini biasanya juga disebut dengan winter solstice atau titik balik musim dingin.

Solstice adalah fenomena di mana gerak semu tahunan Matahari menjangkau kedudukan di atas Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn) atau garis lintang 23 derajar 27 LS.

“Jika diamati dari Indonesia, maka sebelum winter solstice terjadi, Matahari seakan-akan berpindah bertahap ke selatan dari hari ke hari” kata Marufin