Berita

TNI Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kerusuhan Demo Agustus

96
×

TNI Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kerusuhan Demo Agustus

Sebarkan artikel ini
b28d2dce689ec5936e5cd99637f06031.jpg
b28d2dce689ec5936e5cd99637f06031.jpg

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengklarifikasi pemberitaan media yang menyinggung dugaan keterlibatan prajuritnya dalam kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Klarifikasi ini disampaikan pada Senin, 8 September 2025, sebagai hak jawab terhadap tiga konten dari salah satu media tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Freddy Ardianzah, menyebutkan bahwa penyebaran informasi yang tidak lengkap dan tidak terverifikasi dapat menimbulkan persepsi keliru. Tiga konten yang menjadi objek klarifikasi meliputi artikel berjudul “Ada Apa dengan Intelijen Tentara” (3 September 2025), “Siapa Perusuh Demonstrasi Agustus” (7 September 2025), serta tayangan siniar Bocor Alus Politik di kanal YouTube media tersebut (6 September 2025).

TNI memberikan penjelasan mengenai penugasan Mayor SS, personel Badan Intelijen Strategis (Bais), yang memantau aksi unjuk rasa di sekitar Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025. Dalam kronologi yang disampaikan TNI, bentrokan antara massa dan pasukan Brimob terjadi sejak pukul 15.25 WIB di kawasan Slipi, yang kemudian bergeser ke Pejompongan dan Bendungan Hilir.

Mayor SS, saat mengikuti pergerakan pasukan, terpisah dari rekannya akibat kepulan gas air mata. Ia kemudian diamankan personel Brimob ketika sedang duduk di atas sepeda motor di dekat sebuah pom bensin. Freddy menjelaskan, Brimob awalnya menduga Mayor SS adalah bagian dari demonstran karena berpakaian sipil.

“Namun setelah menunjukkan identitas dan surat tugas, percakapan ditutup dengan saling berjabat tangan, dan Mayor SS dilepaskan karena memang sedang bertugas,” ujar Freddy dalam surat klarifikasi tersebut. TNI menganggap pemberitaan yang ada menggiring opini seolah-olah Mayor SS ditangkap karena menjadi provokator atau berencana membakar pom bensin. “Faktanya, yang bersangkutan sedang melaksanakan tugas resmi memantau jalannya aksi,” tambahnya.

Selain itu, TNI juga membantah isu keterlibatan anak anggota TNI berinisial B dalam provokasi penyerangan Markas Brimob Cikeas, Bogor. Isu tersebut mencuat setelah tersangka berinisial M mengaku diperintah seorang B, anak anggota TNI di Jakarta. Namun, Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Wikha Ardilestanto, memastikan pengakuan itu hanya rekayasa.

“Pengakuan tersebut terbukti tidak benar. Tersangka M sengaja mencatut nama anak anggota TNI dengan tujuan menghindari jeratan hukum dan berharap mendapat perlindungan,” kata Kapolres dalam klarifikasi yang dikutip TNI. Berdasarkan pemeriksaan digital dan konfrontasi langsung, polisi memastikan tidak ada bukti keterlibatan B maupun keluarganya. “Dari hasil penelusuran, dipastikan institusi TNI tidak terlibat sama sekali dalam perencanaan maupun pelaksanaan penyerangan Markas Brimob,” tegas Freddy.

Freddy juga membantah narasi dalam pemberitaan yang menyebut ada prajurit ditangkap polisi pada 30 Agustus 2025 di Jakarta. TNI menganggap lokasi peristiwa yang disebut berbeda dengan fakta di lapangan. “Tidak ada penangkapan prajurit TNI oleh pihak kepolisian. Sampai saat ini di seluruh wilayah tidak terdapat anggota TNI yang ditangkap atau dijemput oleh Polisi Militer maupun Puspom TNI,” tutup Freddy.