Jakarta – Setiap 22 Oktober, Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar kaum santri dalam sejarah bangsa.
Penetapan Hari Santri Nasional diresmikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015.
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Lahirnya Hari Santri tak lepas dari peran ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan.
Pada 21-22 Oktober 1945, para ulama NU menggelar pertemuan di Surabaya untuk merespons ancaman kembalinya penjajah.
Indonesia memiliki banyak tokoh santri yang dikenal dunia. Salah satunya adalah Syekh Ihsan bin Dahlan Jampesi.
Syekh Ihsan Jampes, yang lahir pada tahun 1901 dengan nama asli Bakri, adalah putra dari KH Dahlan, pendiri Pondok Pesantren Jampes pada tahun 1886.
Syekh Ihsan Jampes menimba ilmu di berbagai pesantren terkemuka, termasuk Pesantren Bendo, Pare, Kediri; Pesantren Jamseran Solo; dan Pesantren Mangkang Semarang. Ia juga berguru kepada KH Kholil Bangkalan di Madura.
Di masa revolusi, pesantren Syekh Ihsan Jampes menjadi tempat berlindung para pejuang dan pusat kegiatan spiritual. Ia bahkan mengirim santrinya untuk ikut berperang.
Karya tulis Syekh Ihsan Jampes menjadi rujukan penting bagi ulama di seluruh dunia. Kitab Siraj al Talibin karyanya bahkan dikaji di Universitas Al Azhar.
Pada tahun 1934, Raja Mesir Farouk mengutus perwakilan untuk meminta Syekh Ihsan mengajar di Al Azhar, namun tawaran tersebut dengan rendah hati ditolak.
Selain Syekh Ihsan Jampes, KH Idham Chalid juga merupakan tokoh santri yang berjasa besar bagi bangsa.














