Berita

Rekam Jejak Upaya Pembunuhan Terhadap Donald Trump Sejak Tahun 2016

50
×

Rekam Jejak Upaya Pembunuhan Terhadap Donald Trump Sejak Tahun 2016

Sebarkan artikel ini
272c8c2bccc899f884fb12b98e03f94f.jpg
272c8c2bccc899f884fb12b98e03f94f.jpg

Washington – Keamanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah seorang pria bersenjata menerobos lobi acara White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton, Sabtu malam lalu. Insiden ini menambah panjang daftar ancaman keamanan yang membayangi Trump sejak ia pertama kali terjun ke panggung politik nasional pada 2016.

Tersangka yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, 31 tahun, asal Torrance, California, telah ditahan oleh pihak berwenang. Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menegaskan bahwa pihaknya tengah menyusun dakwaan resmi terhadap pelaku. Hingga saat ini, motif di balik serangan tersebut masih dalam pendalaman, termasuk dugaan apakah aksi tersebut secara spesifik menargetkan sang presiden.

Insiden ini bukan kali pertama Trump berada dalam situasi yang mengancam nyawanya. Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah menghadapi berbagai upaya pembunuhan, konspirasi pihak asing, hingga pelanggaran protokol keamanan bersenjata.

Salah satu peristiwa paling krusial terjadi pada 14 Juli 2024 di Butler County, Pennsylvania. Saat tengah berkampanye, Trump terluka setelah ditembak oleh Thomas Matthew Crooks. Meski sang presiden mengalami luka di telinga, ia berhasil dievakuasi oleh Secret Service sementara pelaku tewas di lokasi.

Hanya berselang dua bulan, tepatnya pada 15 September 2024, upaya pembunuhan kembali terdeteksi saat Trump berada di resor golf miliknya di Florida. Agen Secret Service berhasil memergoki Ryan Wesley Routh yang menyembunyikan laras senjata di semak-semak. Pelaku akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Februari lalu.

Daftar ancaman juga mencakup keterlibatan aktor asing. Pada November 2024, jaksa AS mendakwa Farhad Shakeri, seorang pria yang diduga sebagai aset Garda Revolusi Iran (IRGC), atas rencana pembunuhan bayaran terhadap Trump. Sebelumnya, pada Juli 2024, seorang warga negara Pakistan, Asif Merchant, juga divonis bersalah karena merencanakan tindakan serupa.

Ancaman pun datang dari dalam negeri dengan motif yang beragam, mulai dari serangan terencana hingga tindakan nekat. Pada Februari 2026, seorang pria bernama Austin Tucker Martin tewas setelah menabrakkan kendaraannya ke perimeter keamanan resor Mar-a-Lago sambil membawa senapan dan bensin.

Selain itu, sempat terjadi celah keamanan yang melibatkan oknum aparat. Pada September 2025, seorang polisi New York yang sedang tidak bertugas, Melvin Eng, menyusup ke area turnamen golf Ryder Cup dengan perlengkapan taktis lengkap sembari berpura-pura menjadi tim keamanan Trump.

Sejarah mencatat pula upaya serangan lain, seperti pengiriman surat berisi racun ricin oleh Pascale Ferrier pada 2020, rencana penyerangan iring-iringan mobil menggunakan forklift oleh Gregory Lee Leingang pada 2017, hingga upaya perebutan senjata petugas oleh Michael Sandford pada 2016. Seluruh rentetan kejadian ini kini memaksa otoritas keamanan AS untuk mengevaluasi kembali protokol perlindungan bagi sang presiden.