Fenesia – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet, termasuk jajaran lembaga di luar kementerian, jelang satu tahun pemerintahannya. Dalam perombakan ketiga yang diumumkan pada Rabu (17/9/2025) ini, ia melantik dua menteri, tiga wakil menteri, penasihat khusus presiden, serta kepala dan wakil kepala badan.
Salah satu nama yang dilantik adalah Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), menggantikan Budi Gunawan yang sebelumnya dicopot pada Senin (8/9/2025). Selain itu, Prabowo juga menggeser posisi Erick Thohir dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotedjo.
Perombakan kabinet ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Prabowo sejak Kabinet Merah Putih terbentuk, baik dalam skala kecil maupun besar. Langkah ini dilakukan sekitar 11 bulan menjelang berakhirnya masa jabatannya.
Perombakan pertama terjadi pada Rabu (19/2/2025), ketika Presiden melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek). Brian masuk kabinet setelah pendahulunya, Satryo Soemantri Brodjonegoro, didemo ASN Kemendikti Saintek terkait dugaan sikap sewenang-wenang dan penganiayaan pegawai.
Sekitar tujuh bulan kemudian, Prabowo kembali merombak kabinet untuk kedua kalinya. Perombakan ini terbilang mengejutkan karena mencopot sejumlah menteri, termasuk Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, Menpora Dito Ariotedjo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. Prabowo juga menunjuk menteri dan wakil menteri baru, di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi, Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah, menyusul pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.
Pada perombakan ketiga, Rabu (17/9/2025), Presiden Prabowo melantik sejumlah pejabat baru, yaitu:
- Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
- Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga
- Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan
- Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan
- Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi
Selain itu, Prabowo juga melantik beberapa kepala dan wakil kepala badan serta penasihat khusus presiden:
- Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan
- Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian
- Nanik Sudaryati Deyang dan Sonny Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
- Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP
Perombakan kabinet kedua dan ketiga ini semakin menguatkan dominasi Gerindra di kabinet. Pemberhentian Budi Arie Setiadi dari posisi Menteri Koperasi, meskipun ia Ketua Umum Projo dan orang dekat Presiden ke-7 Joko Widodo, digantikan oleh Ferry Juliantono, kader Gerindra. Ferry adalah mantan Ketua Partai Gerindra Jawa Barat (2014) dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Bidang Penggalangan Massa (2015).
Dominasi Gerindra semakin kuat dengan penunjukan Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan. Sebelumnya, Rohmat menjabat sebagai Bendahara DPD Gerindra Jawa Tengah dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jateng. Kursi Gerindra di Istana juga bertambah dengan penunjukan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Angga Raka, Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra dan eks Direktur Media Kampanye Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menggantikan Hasan Nasbi.
Di luar Gerindra, perombakan ini mengubah komposisi Partai Golkar di pemerintahan. Kader PKB Abdul Kadir Karding diganti oleh kader Golkar Mukhtarudin sebagai Menteri P2MI. Namun, Golkar kehilangan kursi Menpora setelah Dito Ariotedjo digantikan Erick Thohir. Satu kursi PKB yang hilang dengan pencopotan Abdul Kadir Karding diisi kembali oleh Farida Farichah yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Komposisi profesional dan tokoh non-partai dalam Kabinet Merah Putih juga berkurang setelah pencopotan Sri Mulyani dan Hasan Nasbi. Selain itu, tokoh yang dekat dengan PDI-P atau berlatar belakang non-partai/profesional di lingkar kekuasaan juga berkurang. Hal ini terlihat dengan pencopotan Budi Gunawan, yang memiliki kedekatan dengan Megawati dan PDI-P, dari jabatan Menko Polkam. Prabowo juga menunjuk Sarah Sadiqa sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), menggantikan kader PDI-P Hendrar Prihadi.













