FeedSport

PJSI Fokus Regenerasi Atlet Judo Pasca Lampaui Target SEA Games

63
×

PJSI Fokus Regenerasi Atlet Judo Pasca Lampaui Target SEA Games

Sebarkan artikel ini
e7aeeb0b3af3e122f3d84c078033cf3e.jpg
e7aeeb0b3af3e122f3d84c078033cf3e.jpg

Bangkok – Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memprioritaskan regenerasi atlet. Langkah ini diambil menyusul keberhasilan tim judo Indonesia melampaui target medali pada ajang SEA Games 2025 Thailand, dengan raihan empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Sekretaris Jenderal PB PJSI, Regina Lefrandt Vega, menyatakan bahwa capaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh membuat federasi berpuas diri. “Puji syukur tim judo Indonesia telah menyelesaikan tugas yang diamanahkan dengan perolehan medali melampaui target yang diberikan Kemenpora,” ujar Regina di Bangkok, Selasa (16/12/2025). Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya mematok target dua medali emas untuk cabang olahraga judo.

Regina menambahkan, hasil SEA Games 2025 menjadi cermin penting untuk memetakan kekuatan dan kebutuhan pembinaan judo nasional. Ia menilai kesinambungan prestasi hanya bisa terjaga melalui sistem regenerasi atlet yang terencana dan berkelanjutan, mengingat tim judo Indonesia saat ini masih sangat ditopang oleh atlet-atlet senior.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet pelapis harus segera menjadi prioritas. “Atlet yang tampil saat ini sebagian besar berada di level senior. Ke depan, kami akan mengombinasikan dengan pembinaan atlet pelapis melalui program jangka panjang,” jelas Regina. Menurutnya, pembentukan atlet judo berprestasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses pembinaan tiga hingga lima tahun agar mampu bersaing di level Asian Games dan multievent internasional lainnya.

PB PJSI selama ini telah mendorong pembinaan berjenjang melalui penyelenggaraan kejuaraan di tingkat wilayah sebagai fondasi pembentukan atlet muda. Sistem kompetisi tersebut akan terus diperkuat sebagai bagian dari evaluasi pasca-SEA Games. Kepemimpinan Ketua Umum PB PJSI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, juga berperan penting dalam mendorong arah pembinaan yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang, termasuk dalam menyiapkan atlet pelapis menuju level elite.

Selain evaluasi dan regenerasi, PB PJSI juga menyiapkan apresiasi bagi atlet berprestasi. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bonus tersendiri bagi peraih medali SEA Games 2025. Empat atlet peraih emas, yakni Dharma I Made Sastra (90 kg putra), Muhammad Rizqi Maulana (55 kg putra), Syerina (70 kg putri), dan Dinny Febriany (57 kg putri), juga berhak atas bonus pemerintah sebesar Rp1 miliar per orang.

Regina menilai capaian melampaui target ini tidak lepas dari proyek pembinaan jangka panjang melalui pemusatan latihan nasional yang berkelanjutan, termasuk pemusatan latihan di Jepang sebelum SEA Games. “Yang paling utama itu disiplin, kerja sama, dan solidnya tim pelatih dan atlet. Dukungan Ketua Umum juga tidak pernah berhenti,” tambahnya.

PB PJSI memastikan perhatian tidak berhenti di SEA Games 2025. Setelah masa pemulihan, atlet judo Indonesia akan kembali dipersiapkan untuk agenda berikutnya, mulai dari Asian Games, SEA Games Malaysia 2027, hingga Olimpiade 2028, dengan regenerasi sebagai agenda utama.

87539a73ae67a99b21abbc2ffdd44d8e.jpg
FeedSport

KONTAN.CO.ID – Proses pembinaan atlet muda Indonesia yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dengan dukungan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan hasil membanggakan. Pasangan ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mencatatkan tonggak penting dalam karier mereka dengan meraih posisi runner-up Indonesia Open 2026. Pencapaian tersebut…