Jakarta – Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi aman untuk musim tanam 2025.
Ketersediaan pupuk mencapai 1.496.877 ton.
Terdiri dari Urea, NPK Form biasa, NPK Kakao, ZA, dan Organik.
Penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dimulai 1 Januari 2026.
Tercatat 208 transaksi penebusan pupuk bersubsidi dari berbagai provinsi pada periode 1 Januari 2026 pukul 00.00-00.30 WIB.
Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.
“Pupuk Indonesia menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani, bahkan sejak detik pertama pergantian tahun,” ujarnya.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alamsyah, mengonfirmasi penebusan pupuk bersubsidi langsung berjalan sejak awal tahun.
Ratusan transaksi penebusan pupuk subsidi dilakukan melalui iPubers (KTP) dan kartu tani.
“Fakta ini menegaskan sistem penyaluran pupuk subsidi telah siap dan berfungsi sejak awal tahun,” kata Andi.
Penebusan pupuk subsidi dilakukan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
Hal ini menunjukkan kesiapan sistem distribusi di lapangan sejak awal tahun.







