Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membentuk tim khusus untuk menyelidiki perizinan bangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Hal ini terkait dugaan kerusakan lingkungan dan pelanggaran tata ruang yang diduga menjadi pemicu longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Kalau memang tidak sesuai, kita akan segera tindak, kita bongkar,” kata Erwan.

Investigasi ini dilakukan untuk memverifikasi temuan di lapangan terkait alih fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukan.

Pemprov Jabar juga berencana melakukan reboisasi dengan menanam pohon-pohon keras di kawasan hutan dan area lembah.

Bandung – Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan longsor di Desa Pasirlangu bukan sekadar bencana hidrometeorologi biasa.

Ada kombinasi geologi purba dan kejenuhan air tanah.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebut karakteristik tanah di lokasi kejadian sebagai “bom waktu geologis”.

Lokasi bencana berada di atas satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu).

Pelapukan lanjut pada batuan vulkanik ini menurunkan kuat geser tanah secara drastis.

Situasi diperparah oleh keberadaan struktur geologi berupa sesar dan rekahan.

Curah hujan tinggi menjadi faktor pemicu utama.

Bandung – Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 38 jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan operasi pencarian akan dilanjutkan dengan mengerahkan personel gabungan serta 12 alat berat.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jabar, Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar, menyampaikan 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Data awal jumlah pelapor korban hilang mencapai 108 orang, tetapi angka ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *