Berita

Kota Tua Jakarta Semarakkan Perayaan Puncak Hari Angklung Sedunia

142
×

Kota Tua Jakarta Semarakkan Perayaan Puncak Hari Angklung Sedunia

Sebarkan artikel ini
7b0bafa5ab53f00a54cf6d234e47a480.jpg
7b0bafa5ab53f00a54cf6d234e47a480.jpg

Jakarta Barat – Puncak Hari Angklung Sedunia ke-15 dirayakan secara meriah di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, pada Ahad, 23 November 2025. Perayaan ini dimeriahkan oleh penampilan Saung Angklung Udjo yang mengajak para penonton untuk berlatih dan bermain angklung bersama.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menyatakan bahwa perayaan di Kota Tua ini bertujuan untuk memperkuat citra kawasan tersebut sebagai pusat wisata budaya bertaraf internasional. “Melalui perayaan Hari Angklung Sedunia, Pemprov DKI ingin memperkuat citra kawasan ini sebagai pusat wisata budaya bertaraf internasional,” kata Miftahulloh dalam sambutannya.

Pemprov DKI Jakarta juga berupaya menjadikan Kota Tua sebagai media aktif dalam memperkenalkan dan mengedukasi publik dunia mengenai angklung sebagai warisan dunia. Pemilihan Kota Tua sebagai lokasi acara karena merepresentasikan perjalanan panjang sejarah Jakarta serta memiliki tingkat kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang sangat tinggi.

Puncak perayaan Hari Angklung Sedunia ke-15 ini mengusung tema “Symphony of Jakarta Heritage”. Konsep acara disusun dalam tiga fase penting perjalanan Jakarta, yaitu fase Kerajaan Pajajaran–Sunda Kelapa, fase Fatahillah–Jayakarta, dan fase Batavia pada era kolonial Belanda.

Berbagai atraksi dan kegiatan turut memeriahkan acara, termasuk penampilan orkestra angklung yang berpadu dengan kesenian Betawi seperti gambang kromong, tari topeng, dan ondel-ondel. Selain itu, terdapat stan permainan tradisional seperti egrang dan angklung. Pementasan reog Ponorogo, kuda lumping, dan tradisi arak-arakan khitanan Cirebon juga turut dihadirkan.

Miftahulloh menambahkan bahwa festival ini merupakan bentuk komitmen Jakarta dalam menghidupkan kembali energi warisan budaya di ruang publik. Hari Angklung Sedunia diperingati setiap tanggal 16 November, bertepatan dengan tanggal pengakuan angklung oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2010.