Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta Bank Indonesia (BI) untuk lebih sigap mengendalikan nilai tukar rupiah agar kembali ke level ideal. Langkah ini dinilai krusial guna menekan dampak inflasi akibat mahalnya harga bahan baku impor yang kini telah melampaui asumsi makro dalam APBN 2024.

Misbakhun mendukung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat tetap tenang menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, imbauan tersebut tepat sasaran karena masyarakat pedesaan tidak bersentuhan langsung dengan transaksi mata uang asing.

Pihaknya menekankan bahwa pelemahan rupiah memang memiliki dampak spesifik, terutama terhadap komoditas pangan yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi ini berpotensi memicu tekanan inflasi jika tidak segera dikelola dengan kebijakan moneter yang tepat.

Selain itu, Misbakhun menyoroti bahwa kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh fluktuasi kurs adalah mereka yang memiliki aktivitas ekonomi terkait transaksi dolar serta kalangan yang sering bepergian ke luar negeri.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kategori kuat dan stabil meski kurs rupiah sempat menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS. Presiden menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan bahwa masyarakat di perdesaan tidak perlu khawatir karena aktivitas ekonomi mereka sepenuhnya menggunakan rupiah. Presiden bahkan sempat berkelakar bahwa pihak yang semestinya merasa pusing akibat pelemahan nilai tukar hanyalah mereka yang gemar melakukan perjalanan ke luar negeri.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *