Jakarta – Kabar baik bagi warga Sumatera Utara dan Aceh. Akses darat yang sempat terputus akibat longsor, kini mulai bisa dilalui kendaraan roda empat meski terbatas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembukaan jalur 100 persen pada Rabu (8/5) pagi.
“Pekerjaan hari ini fokus menyingkirkan material yang menumpuk di pinggir jalan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (7/5).
Tim BNPB terjun langsung memantau pembersihan material longsor yang menutup jalan. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dikerahkan untuk mempercepat proses pembukaan jalur.
Selain itu, BNPB mengirim tim pendampingan ke seluruh kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor. Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, memimpin langsung tim ini.
Pendampingan meliputi distribusi logistik dan peralatan melalui jalur laut dan udara. Tim juga bertugas memutakhirkan data, informasi, dan membantu sistem komando selama penanganan darurat.
Bantuan logistik dari Banda Aceh dikirim melalui jalur laut menuju Langsa, diperkirakan tiba dalam dua hari.
Bantuan untuk Kota Langsa telah tiba di kantor Dinas Sosial setempat, sementara bantuan untuk Aceh Tamiang masih dalam perjalanan dan akan didistribusikan hari ini.
Untuk jalur udara, helikopter dikerahkan untuk mengirimkan bantuan dengan metode air drop di beberapa titik di Aceh Tamiang, seperti lapangan Dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka.
Bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji (100 pak), hygiene kit (100 buah), paket sembako (50 pak), selimut (100 lembar), matras (100 lembar), dan alat kebersihan (25 buah).
Dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe, diharapkan penanganan darurat dan pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih lancar.







