Padang – Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di berbagai daerah. Program ini menyasar jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyaluran BLTS Kesra ini dilakukan di tengah kondisi yang sulit, seperti di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Jalan terputus dan jembatan rusak memutus akses antar wilayah, serta menghambat aktivitas warga dan menekan ekonomi keluarga.
Pos Indonesia tetap menyalurkan BLTS Kesra, sekaligus terlibat dalam distribusi bantuan logistik kebencanaan. Penyaluran bantuan tunai dan distribusi bantuan darurat berjalan beriringan.
Bagi warga terdampak, BLTS Kesra bukan sekadar bantuan uang, tetapi juga sebagai penyangga sementara di tengah ketidakpastian.
Erianis, petani di Malalak, merasakan dampak bencana sangat nyata. “Jembatan putus. Parah sekali,” katanya.
Sawah yang menjadi sumber penghidupan kini sulit dijangkau. BLTS Kesra sebesar Rp900.000 yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan anak dan keluarga. “Bermanfaat sekali,” ujarnya.
Epizar, buruh tani di Malalak Barat, mengatakan longsor memutus jalan utama, membuat aktivitas kerjanya terhambat. Bantuan BLTS Kesra ia gunakan untuk biaya sekolah anak.
Syukur, petani di Malalak Barat, datang mengambil bantuan dengan membawa harapan sederhana. “Yang penting bisa nambah beras, minyak, sarden, ya sembako dapur,” ujarnya.
Rosni (71), petani lansia di Malalak, mengatakan bantuan tunai datang di saat hari-hari awal pascabencana terasa paling berat.













