Padang – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ekologis di Sumatera terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (4/1/2026) sore, total korban jiwa mencapai 1.177 orang.
Kenaikan ini disebabkan adanya penambahan 10 korban meninggal yang tersebar di beberapa wilayah. Aceh Utara mencatat 3 korban jiwa, Tapanuli Selatan 5 korban jiwa, dan Sumatera Barat 2 korban jiwa.
“Total 1.177 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual.
Secara rinci, korban meninggal di Aceh mencapai 543 orang, Sumatera Utara 370 orang, dan Sumatera Barat 264 orang.
Sementara itu, jumlah korban hilang mengalami penurunan menjadi 148 orang. Rinciannya, Aceh 31 orang hilang, Sumatera Utara 43 orang, dan Sumatera Barat 74 orang.
Jumlah pengungsi juga menunjukkan penurunan. Saat ini, tercatat 242.174 jiwa masih berada di pengungsian. Sebelumnya, jumlah pengungsi mencapai 257.780 jiwa.
Bencana yang melanda Sumatera telah menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur dan hunian warga. BNPB mencatat 178.479 rumah rusak, serta ratusan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan rumah ibadah. Selain itu, puluhan jembatan dan jalan terputus akibat banjir dan longsor.







