Caracas – Pasukan elite Amerika Serikat (AS) dilaporkan berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi tengah malam yang dramatis di Caracas, Sabtu (3/1/2026).

Operasi penangkapan yang berlangsung kilat tersebut, menurut sumber yang mengetahui detail kejadian, dilakukan saat pasangan presiden itu tengah tertidur lelap. Tim Delta Force dari Angkatan Darat AS disebut menyerbu masuk dan membawa keduanya tanpa perlawanan berarti.

Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi kabar penangkapan ini. Maduro dan istrinya kini dalam perjalanan menuju New York dengan menumpang kapal induk USS Iwo Jima.

Trump, dalam wawancara dengan Fox News, mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan langsung jalannya operasi dari ruang kendali di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida. Ia memuji kecepatan dan ketepatan pasukan AS dalam menjalankan misi tersebut.

“Helikopter membawa mereka keluar, dan mereka pergi dalam penerbangan yang menyenangkan—saya yakin mereka menyukainya. Tapi mereka, mereka membunuh banyak orang, ingat itu,” ucap Trump.

Trump mengklaim telah memberikan ultimatum kepada Maduro sebelum operasi dilakukan, mendesaknya untuk menyerah.

Penangkapan Maduro didasari tuduhan bahwa ia memimpin negara narkoba dan memanipulasi hasil pemilihan presiden Venezuela pada 2024. Washington menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan kokain lintas negara dan penyebaran krisis fentanyl di AS.

Dua organisasi asal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Pemerintah AS. Trump bahkan menuding Maduro sebagai pemimpin langsung Cartel de los Soles.

Pemerintah Venezuela membantah semua tuduhan tersebut dan mengecam tindakan AS sebagai upaya politisasi perang melawan narkoba untuk menguasai cadangan minyak Venezuela.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *