Karo – Videografer Amsal Christy Sitepu mengaku mendapat intimidasi dari jaksa. Hal ini terkait kasus dugaan mark-up anggaran video untuk 20 desa.
Amsal mengungkapkan intimidasi itu berupa pemberian brownies cokelat di rutan. Ia juga diminta untuk tidak bersuara di media sosial.
Pengakuan ini disampaikan saat rapat bersama Komisi III DPR RI, Senin (30/3/2026).
“Jaksa ngomong langsung ke saya, ‘udah ikutin aja alurnya, nggak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu’,” kata Amsal.
Amsal menolak permintaan tersebut. Ia memilih melawan proses hukum yang dianggapnya tidak adil.
Intimidasi ini telah dimasukkan dalam pleidoi.
Amsal berharap tidak ada lagi pekerja ekonomi kreatif yang mengalami kriminalisasi serupa.
“Saya akan tetap melawan. Saya tidak takut, karena saya merasa tidak bersalah,” tegasnya.







