Jakarta – Korps Marinir TNI AL menyiapkan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelatihan ini mencakup materi dari penggunaan senjata hingga bela negara.
Kerja sama ini terjalin dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Pasmar I akan menjadi pelaksana pelatihan Komcad ASN gelombang pertama pada April 2026.
Materi pelatihan telah dirangkum, meliputi pembinaan mental rohani, ideologi, dan nilai bela negara.
Pembinaan mental perjuangan, pengetahuan, dan keterampilan juga menjadi bagian penting.
Materi lainnya mencakup Peraturan Militer Dasar (PBB), penghormatan militer, tata upacara militer, dan peraturan dinas militer.
Pengetahuan hukum, senjata, kebaharian, dan wilayah pertahanan laut juga akan diajarkan.
Marinir juga menyiapkan materi khusus yang fokus pada penanaman karakter disiplin, loyalitas, mental pantang menyerah, dan adaptasi terhadap tekanan.
Dasar-dasar bertahan hidup, ketahanan lapangan, dan soliditas tim (esprit de corps) juga akan diberikan.
“Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” ujar Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana.
Fasilitas terbaik Korps Marinir dikerahkan, termasuk lapangan, barak, kelas, dan tenaga medis.
Konsep latihan standar Marinir akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan peserta dari unsur sipil.
Kemhan menyebutkan 2.000 ASN akan dilatih di lima lokasi TNI.
Lokasi pelatihan meliputi Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan ASN akan dilatih dasar-dasar kemiliteran.
Pelatihan gelombang pertama akan dimulai April 2026 dengan durasi sekitar 1,5 bulan.
Kemhan memberikan kuota 4.000 orang untuk pelatihan Komcad.
Pelatihan gelombang pertama sebanyak 2.000 ASN, dan gelombang kedua dengan jumlah yang sama akan digelar pertengahan 2026.







