Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun. Dana ini untuk menjaga proyek infrastruktur strategis tetap berjalan.

Hal ini dilakukan karena adanya penurunan kapasitas fiskal provinsi yang mencapai hampir Rp3 triliun.

Proyek prioritas yang akan didanai meliputi Jalur Puncak II, pembangunan underpass, dan flyover di berbagai daerah.

“Terus terang saja, untuk mewujudkan itu, karena Pemda Provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp3 triliun, saya tahun ini mengajukan pinjaman Rp2 triliun,” ujar Dedi di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).

Dedi menegaskan pinjaman ini dirancang dengan skema terukur. Dipastikan tidak akan membebani pemerintahan berikutnya.

Cicilan ditargetkan selesai pada 2030 dan hanya berlaku selama masa kepemimpinannya.

“Cicilannya sampai 2030. Selama saya memimpin, jadi tidak boleh lebih,” ujarnya.

Dana tersebut akan bersumber dari skema kredit sindikasi antara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank BJB.

Skema sindikasi dipilih untuk menjaga stabilitas likuiditas bank pembangunan daerah. Juga untuk memastikan pembiayaan proyek tetap terkendali.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *