Jakarta – Krisis fentanyl di Amerika Serikat menjadi perhatian global. Puluhan ribu nyawa melayang akibat opioid sintetis ini setiap tahun.
Dewan Penasihat Kader Bangsa Foundation (YPKBI), Dr. Devie Rahmawati, CICS, mengingatkan hal ini.
Banyak korban adalah mereka yang mengonsumsi pil biasa yang ternyata dicampur fentanyl.
Bahkan negara dengan sistem keamanan dan teknologi canggih pun kewalahan.
Indonesia belum dalam kondisi darurat seperti AS.
Namun, munculnya vape oplosan dan penyalahgunaan “whip pink” jadi sinyal bahaya narkoba yang makin terselubung.
Badan Narkotika Nasional (BNN) memegang peran penting.
BNN telah berkoordinasi lintas sektor, menindak tegas suplai, dan membuat program pencegahan dini.
BNN tak hanya represif, tapi juga preventif.
Namun, itu saja belum cukup.
Perang narkoba tak bisa hanya mengandalkan aparat.
Masyarakat harus menutup celah yang dimanfaatkan pasar gelap.
Dukungan nyata, bukan sekadar slogan.
Ada langkah konkret agar dukungan ke BNN tak hanya jadi jargon.
Pertama, peran orang tua. Ubah pola komunikasi menjadi deteksi dini.
Tanyakan dengan tenang, “Kamu pernah lihat teman pakai?” atau “Kamu tahu risikonya?”.
Perhatikan perubahan pola tidur, emosi, dan fokus belajar anak.
Rumah harus jadi ruang aman agar anak berani bercerita.
Kedua, peran sekolah. Edukasi tak cukup hanya dengan poster.
Siswa perlu dilatih keterampilan menolak tanpa kehilangan muka.
Latih melalui simulasi nyata dan sediakan kanal konseling yang aman.
Ketiga, peran komunitas dan tokoh lokal. “Tidak pakai” harus jadi norma sosial.
Bangun ruang kebersamaan yang sehat melalui olahraga, seni, dan organisasi remaja.
Beri panggung pada prestasi, bukan zat berbahaya.
Keempat, peran dunia usaha dan platform digital.
Marketplace dan media sosial harus tegas menutup listing atau komunitas jual-beli ilegal.
Venue hiburan perlu memperketat pengawasan dan berkolaborasi dengan otoritas.
Kelima, peran masyarakat luas. Hentikan budaya pembiaran.
Jangan menormalisasi vape atau whip pink sebagai candaan.
Laporkan pola peredaran yang jelas tanpa main hakim sendiri.
Hindari menyebarkan konten yang jadi promosi penyalahgunaan.
Jangan tunggu krisis.
Fentanyl membuktikan narkotika sintetis bisa menyusup dalam bentuk yang sulit dikenali.
Jika Amerika saja bisa terluka parah, Indonesia tak boleh merasa kebal.
Vape dan whip pink bukan sekadar tren.
Keduanya bisa jadi medium penyalahgunaan yang sulit terdeteksi.
Penguatan regulasi dan penindakan BNN harus dibarengi kesadaran kolektif.
Dukungan kepada negara melalui BNN adalah kunci kemenangan.
Tanpa dukungan sosial, narkoba akan selalu menemukan celah.
Dengan dukungan sosial yang solid, celah itu bisa ditutup rapat.
Perang ini adalah urusan ketahanan sosial kita bersama.














