Berita

MyBCA Smartwatch dan Pocket Rupiah Tarik Puluhan Ribu Pengguna Baru

133
×

MyBCA Smartwatch dan Pocket Rupiah Tarik Puluhan Ribu Pengguna Baru

Sebarkan artikel ini
90-ribu-nasabah-gunakan-mybca-smartwatch,-pocket-rupiah-tembus-70-ribu-kantong-dana
90 ribu nasabah gunakan mybca smartwatch, pocket rupiah tembus 70 ribu kantong dana

Tangerang – Layanan MyBCA di smartwatch telah digunakan sekitar 90.000 nasabah sejak diluncurkan November 2025.

Fitur Pocket Rupiah yang hadir Desember 2025 juga dimanfaatkan 40.000 nasabah dengan total 70.000 kantong dana.

SVP Transaction Banking Product Development BCA, Fera Agustina, mengungkapkan hal ini.

Menurutnya, adopsi MyBCA smartwatch mencerminkan perubahan perilaku nasabah.

Mereka semakin terbiasa dengan layanan perbankan berbasis teknologi wearable.

“Kita launching MyBCA on smartwatch sekitar bulan November. Minat masyarakat cukup bagus. Sampai sekarang ini mungkin sekitar 90.000 nasabah sudah pakai layanan ini,” ujar Fera di ICE BSD Tangerang, Sabtu (7/2/2026).

Kehadiran MyBCA di smartwatch adalah upaya BCA menjawab kebutuhan nasabah.

Mereka menginginkan akses perbankan lebih praktis dan fleksibel.

“MyBCA yang tadinya hanya ada di smartphone dihadirkan di smartwatch. Karena memang kita berusaha menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.

MyBCA smartwatch menyediakan fitur nonfinansial dan transaksi.

Contohnya cek saldo, mutasi rekening, tarik tunai tanpa kartu, dan transaksi QRIS.

BCA juga mencatat pertumbuhan penggunaan Pocket Rupiah. Fitur ini untuk pengelolaan keuangan.

“Dari bulan Desember sampai dengan saat ini, penggunanya sudah sekitar 40.000 orang yang buka pocket, tapi jumlah pocket-nya sendiri lumayan sekitar 70.000,” ungkap Fera.

Pocket Rupiah hadir seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keuangan.

Fitur Money Lock melengkapi Pocket Rupiah untuk menjaga komitmen menabung.

“Pocket-nya itu atau kantongnya itu dikunci. Kalau sudah dikunci, dananya tidak bisa dikeluarkan,” kata Fera.

Pembukaan kunci dana dibuat tidak instan agar nasabah lebih disiplin.

“Kalau dia buka, dia harus pergi ke ATM kita atau ke cabang BCA kita. Berarti memang secara dari sisi BCA membuat supaya lock ini agak susah, supaya orang-orang lebih komit lagi untuk menabung,” jelasnya.

Fitur ini juga dinilai memberi perlindungan tambahan dari potensi penipuan.

“Kalau kita sudah lock, kita walaupun disuruh transfer atau apa, itu enggak bisa. Karena kalau mau transfer dia harus buka dulu,” kata Fera.

Ke depan, pengembangan MyBCA tetap mengedepankan personalisasi dan keamanan.

“Security keamanan itu sudah menjadi prioritas utama. Dari dulu sampai sekarang, setiap solusi digital yang kita hadirkan itu harus aman,” ujarnya.