Jakarta – Lemdiklat Polri berambisi menjadikan STIK sebagai universitas berkelas dunia.

Fokusnya adalah pengembangan SDM yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern di era digital.

Kalemdiklat Polri, Prof. Krisnanda, menekankan pentingnya kualitas guru.

Guru diharapkan menjadi inspirator transformasi pendidikan kepolisian.

“Sekolah di jajaran Lemdiklat Polri harus berbasis moral dan literasi,” ujar Prof. Krisnanda.

Tujuannya agar peserta didik siap menghadapi tantangan era normal baru dan era digital.

Menghadapi era VUCA, Polri mengembangkan model Smart Policing.

Model ini menggabungkan pemolisian konvensional, elektronik, dan forensik.

Riset dan kajian ilmiah menjadi fondasi reformasi kelembagaan.

Riset digunakan untuk menemukan solusi penanganan kejahatan masa depan.

Polri mendorong penggunaan Scientific Crime Investigation demi keadilan yang transparan.

Lemdiklat Polri membuka kolaborasi internasional, termasuk dengan University of Cambridge.

Kolaborasi ini meliputi riset bersama, pertukaran pengajar, dan seminar internasional.

Prof. Krisnanda menekankan pentingnya menyiapkan pemimpin transformasional.

“Polisi bukan sekadar melayani dan melindungi, tetapi harus menjadi penjaga kehidupan,” tegasnya.

Transformasi ini diharapkan menjadikan institusi pendidikan kepolisian sebagai pusat inovasi.

Tujuannya, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pelayanan prima.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *