Berita

Polda NTT Identifikasi Pelatih Valencia, Cocokkan Data, Koordinasi Pemulangan

149
×

Polda NTT Identifikasi Pelatih Valencia, Cocokkan Data, Koordinasi Pemulangan

Sebarkan artikel ini
jenazah-pelatih-valencia-teridentifikasi-lewat-cincin-dan-jam-tangan
jenazah pelatih valencia teridentifikasi lewat cincin dan jam tangan

Kupang – Jenazah yang ditemukan pada Minggu (4/1) dipastikan adalah Fernando Martin Carreras.

Korban merupakan pelatih tim B wanita Valencia Spanyol.

Polda NTT memastikan identifikasi telah selesai dilakukan.

Kepastian ini didapat setelah adanya kesesuaian data ante mortem dan post mortem.

“Ditemukan kesesuaian antara data ante mortem dan post mortem, antara lain jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus berupa tato, serta properti personal seperti cincin dan jam tangan,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, Minggu (4/1) malam.

Pihak keluarga telah mengkonfirmasi seluruh temuan tersebut.

Proses identifikasi dilakukan Tim DVI Biddokkes Polda NTT.

Mereka membandingkan data dari keluarga, kedutaan, dan hasil pemeriksaan medis forensik.

“Identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati, mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan,” jelas Henry.

Tim DVI mengumpulkan dan mencocokkan data primer dan sekunder sesuai protokol Interpol.

Meski sidik jari tak optimal karena kondisi jenazah, kecocokan kuat didapat dari data sekunder, baik fisik maupun properti korban.

Sesuai standar DVI Interpol, identifikasi terkonfirmasi jika ada dua atau lebih data sekunder yang kuat.

Jenazah kini berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo.

Koordinasi pemulangan ke negara asal sedang dilakukan bersama keluarga dan kedutaan.

Tim SAR gabungan sebelumnya menemukan jenazah di sekitar selat Padar pada Minggu (4/1) pagi.

Kepala Kantor SAR Maumere Fatur Rahman mengatakan jenazah ditemukan personel Ditpolairud Polda NTT yang melakukan penyisiran.

Lokasinya sekitar dua kilometer dari titik duga kapal KM. Putri Sakina tenggelam.

Operasi SAR diperpanjang tiga hari, mulai Senin (5/1) hingga Rabu (7/1).

Dengan temuan ini, masih ada dua korban hilang, keduanya warga negara asing asal Spanyol.

Kapal wisata KM. Putri Sakina tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam.

Kapal mengangkut 11 orang, terdiri dari empat ABK dan tujuh penumpang.

Enam penumpang adalah warga negara asing asal Spanyol dan satu pemandu wisata warga negara Indonesia.

Tim gabungan mengevakuasi tujuh korban selamat.

Empat orang dinyatakan hilang.

Polri menggunakan sonar sistem dan drone bawah air untuk mempermudah pencarian dua korban yang masih hilang.