Jakarta – Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi berbuntut panjang. Istri sah Insanul, Wardatina Mawa, melaporkan dugaan perzinaan dan perselingkuhan.

Umi Pipik angkat bicara soal poligami di tengah isu ini. Ia menyebut poligami bukan hal yang sederhana.

Menurutnya, poligami dalam Alquran sering disalahartikan.

“Poligami itu kan ada di dalam Alquran pun juga Allah jelaskan. Orang bertujuan poligami itu kan laki-laki untuk menjauhi zina, tetapi ya jangan disalahpahami, bahwa diperbolehkan tetapi tidak diharuskan, tidak diwajibkan. Boleh tetapi tidak diwajibkan poligami itu. Jika memang ya tadi, tidak bisa berlaku adil,” kata Umi Pipik di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 3 Januari 2026.

Ia mengingatkan keadilan dalam poligami bukan hanya soal materi.

“Adil ini kan bukan hanya sebatas materi saja, tapi perasaan dan segala macam. Kalau perasaan kan yang maha adil kan Allah, Nabi,” jelasnya.

Umi Pipik menyoroti pentingnya kejujuran, termasuk izin istri pertama. Keterbukaan penting agar tidak ada pihak yang dirugikan.

“Oh ya kalau dari sisi agama memang kalau untuk jauh lebih baiknya ya istri harus tahu. Tetapi kan kalau dalam pernikahan yang siri, kalau sepengetahuan saya memang harus izin istri laki-lakinya. Cuma kembali lagi, ini kan kita ada di negara yang semuanya ada undang-undangnya. Balik lagi semua kembali kepada yang bersangkutan,” bebernya.

Umi Pipik memperingatkan agar tidak menjadikan poligami sebagai pembenaran hawa nafsu. Ajaran agama harus jadi solusi, bukan melukai perempuan.

“Alquran itu kan solusi, petunjuk. Jadi jangan disalahgunakan hukum yang di Alquran dengan seenaknya. Diperbolehkan, tapi tidak dianjurkan. Bagi yang paham saja, bagi yang punya ilmu. Kalau yang gak punya ilmu tentang poligami ya jangan, jangan melakukan poligami daripada harus menyakiti yang lain,” jelas Umi Pipik.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *