Ketapang – Belasan Warga Negara Asing (WNA) asal China serang warga sipil dan anggota TNI di area pertambangan emas, Ketapang, Kalimantan Barat. Insiden yang terjadi akhir pekan lalu itu melibatkan penggunaan senjata tajam dan airsoft gun.

Kantor Imigrasi Ketapang memastikan 15 WNA tersebut adalah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dengan sponsor perusahaan.

“15 WNA tersebut adalah pemegang KITAS dengan sponsor PT SRM,” ujar Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia, Senin (15/12).

Imigrasi Ketapang menyatakan siap mendukung aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini.

“Untuk saat ini mereka masih ditangani oleh Polres Ketapang dan kita siap support aparat penegak hukum terkait pelanggaran yang dilakukan orang asing,” tegas Ida Bagus.

Sebelumnya, 15 WNA China itu menyerang lima anggota TNI dan seorang warga sipil yang bertugas sebagai tenaga pengaman di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM).

Peristiwa bermula saat empat WNA menerbangkan drone di area tersebut.

Ketika ditegur oleh petugas keamanan PT SRM dan anggota TNI yang sedang berlatih, sebelas WNA lainnya datang membawa senjata tajam dan airsoft gun, lalu melakukan penyerangan.

Akibat kejadian ini, mobil perusahaan dan sepeda motor karyawan PT SRM mengalami kerusakan.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi terkait kasus ini.

“Kami proses klarifikasi terlebih dulu, karena belum ada laporan (LP) resmi baik ke polsek maupun polres,” kata Harris.

TNI AD melalui Kapendam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Eko Wardono, menjelaskan kronologi kejadian.

Menurutnya, saat anggota TNI sedang latihan, mereka mendapat informasi tentang adanya drone yang terbang di sekitar area latihan.

“Selanjutnya anggota melakukan pengejaran serta mendatangi lokasi orang yang mengopersional drone, ternyata drone tersebut dioperasionalkan 4 orang WNA asal Beijing,” jelas Eko.

Saat anggota TNI berupaya meminta keterangan, tiba-tiba muncul 11 WNA lain dan langsung menyerang dengan senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum.

Eko memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari anggota TNI dalam insiden tersebut.

“Motif penyerangan dan penerbangan drone ini masih didalami,” pungkasnya.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *