Fakfak – Warga pesisir Fakfak, Papua Barat, kini dapat bernapas lega. Pemerintah resmi menyalakan listrik perdana melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau langsung program BPBL dan meresmikan penyalaan listrik bagi 100 rumah tangga di Fakfak, Senin (17/11/2025).
Total, 292 rumah tangga di Fakfak akan menerima manfaat dari program BPBL pada tahun 2025.
“Melalui BPBL, masyarakat sekarang dapat menikmati akses listrik yang layak tanpa harus memikirkan biaya pemasangan,” tegas Bahlil.
Listrik, menurut Bahlil, akan membuka peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan laut dengan memanfaatkan mesin pendingin.
Program BPBL sendiri telah berjalan sejak 2024 dan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak keluarga yang belum memiliki akses listrik.
Selain meningkatkan perekonomian, Bahlil juga menekankan pentingnya listrik untuk mendukung pendidikan anak-anak di wilayah pesisir.
Setiap penerima BPBL mendapatkan instalasi tiga titik lampu, satu kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan PLN 900 VA, dan token listrik perdana senilai Rp100 ribu.
Guna meningkatkan pelayanan, status kantor PLN Fakfak ditingkatkan menjadi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan. Langkah ini diharapkan mempercepat respons layanan dan mendukung keberlanjutan penyalaan listrik di wilayah pesisir.







