Berita

Memaknai Pahlawan: Relevansi Nilai Kepahlawanan di Era Modern

109
×

Memaknai Pahlawan: Relevansi Nilai Kepahlawanan di Era Modern

Sebarkan artikel ini
334717cc052e9e7bdba92018b38e7698.jpg
334717cc052e9e7bdba92018b38e7698.jpg


Jakarta – Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November tahun ini menarik perhatian publik, tidak hanya sebagai momentum mengenang jasa pejuang, tetapi juga diwarnai kontroversi pemberian gelar pahlawan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemberian gelar kepada 10 tokoh, termasuk mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid, H. M. Soeharto, dan Marsinah, memicu perdebatan mengenai makna kepahlawanan, baik di masa lalu maupun di era modern.

Makna Pahlawan di Masa Lalu

Di masa lalu, definisi pahlawan lekat dengan perjuangan fisik. Pertempuran Surabaya pasca-proklamasi kemerdekaan menjadi simbol perlawanan gigih terhadap kolonialisme.

Insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato dan kemarahan Sekutu atas terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby memicu pertempuran heroik tersebut. Tuntutan Mayor Jenderal Robert Mansergh untuk menyerah tanpa syarat dijawab dengan perlawanan rakyat Surabaya yang membara, dipimpin oleh tokoh seperti Bung Tomo.

Pada era itu, pahlawan adalah sosok pejuang yang mengangkat senjata, mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa dari penjajah.

Makna Pahlawan di Dunia Modern

Namun, seiring waktu, makna pahlawan meluas melampaui medan perang. Pahlawan masa kini tidak lagi harus mengangkat senjata, melainkan menjadi solusi atas masalah di sekitar mereka.

Pendiri SEJIWA, Diena Haryana, mendefinisikan pahlawan modern dari sisi psikologis. “Pahlawan adalah suri tauladan, sumber inspirasi, atau sosok idola bagi banyak orang di sekitarnya,” ujar Diena.

Menurutnya, pahlawan modern adalah mereka yang memegang nilai-nilai keluhuran seperti kejujuran, integritas, empati, dan kepedulian. Mereka adalah individu yang tidak tinggal diam saat melihat masalah atau penderitaan.

“Mereka yang membangun kesadaran baru untuk sebuah perubahan,” tambah Diena dalam wawancara virtual pada Senin, 10 November 2025.

Diena menjelaskan, pahlawan dapat hadir di mana saja: di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, bahkan tempat kerja. Mereka bisa berupa guru yang mengajar dengan ikhlas, tenaga kesehatan yang berdedikasi, atau warga yang berani bersuara melawan ketidakadilan.

Inti dari kepahlawanan modern adalah aksi nyata, kepedulian yang tulus, dan kesediaan untuk menjadi bagian dari solusi.

Mengambil Peran Pahlawan sebagai Anak Muda

Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum untuk merefleksikan diri. Masyarakat, khususnya generasi muda, tidak lagi dituntut memanggul senjata, tetapi dihadapkan pada tantangan untuk menjadi pemecah masalah atas isu-isu sosial yang terjadi.

“Mulailah dari hal-hal yang kecil, jangan berpangku tangan ketika melihat masalah terjadi tanpa melakukan tindakan,” tutup Diena.