Berita

Rod Wave Terjerat Hukum di Hari Nominasi Grammy Diumumkan

98
×

Rod Wave Terjerat Hukum di Hari Nominasi Grammy Diumumkan

Sebarkan artikel ini
54881afa975d66e3adfedf186a2fa4f3.jpg
54881afa975d66e3adfedf186a2fa4f3.jpg

Atlanta – Rapper asal Amerika Serikat, Rod Wave, kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Penangkapannya yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025, di Fulton County, Georgia, ini sangat kontras dengan pencapaian kariernya yang baru saja meraih nominasi Grammy pertamanya.

Rapper berusia 27 tahun itu ditangkap oleh Departemen Kepolisian Atlanta (APD) dan menghadapi empat dakwaan. Dakwaan tersebut meliputi kepemilikan senjata api atau pisau saat melakukan kejahatan berat, mengemudi ugal-ugalan, serta dua dakwaan terkait kepemilikan zat terkontrol. Ia kemudian dibebaskan sehari setelahnya, pada Sabtu, 8 November 2025.

Pengacaranya, Drew Findling bersama Marissa Goldberg dan Zack Findling, menyatakan bahwa klien mereka “secara tidak adil diprofiling dan ditangkap secara ilegal.” Mereka menyoroti bahwa penangkapan dilakukan oleh Unit Penindakan Kejahatan APD yang dikenal dengan taktik agresif. Rod Wave telah menghadiri sidang pertama dan dibebaskan dengan jaminan sebesar 8 ribu dolar Amerika.

Ironisnya, penangkapan ini terjadi hanya beberapa jam setelah ia diumumkan masuk nominasi Grammy. Rod Wave dinominasikan dalam kategori Best Song Written for Visual Media untuk lagu “Sinners,” yang merupakan bagian dari soundtrack film Sinners (2025). Ia bersanding dengan artis lain seperti Brittany Howard dan Miles Caton yang turut dinominasikan untuk lagu dalam film yang sama.

Ini bukan kali pertama pelantun “Heart on Ice” tersebut tersangkut kasus hukum. Pada September 2021, ia ditangkap atas dakwaan penganiayaan, lalu pada 2022 atas kasus pencekikan di Florida.

Tahun 2025 juga menjadi rangkaian panjang masalah hukumnya. Pada Mei, ia ditangkap atas total 14 dakwaan, termasuk penyerangan berat, konspirasi melakukan tindak kejahatan, hingga merusak properti. Tim hukumnya membantah tuduhan tersebut, menyatakan Rod Wave adalah korban dalam insiden itu. Sebulan kemudian, pada Juni, ia kembali ditahan atas dakwaan penganiayaan lain sebelum penangkapan terbarunya pada November.

Di tengah masalah hukum yang berulang, Rod Wave juga sedang mempersiapkan tur nasional bertajuk The Redemption Experience Tour. Tur ini dijadwalkan dimulai pada akhir 2025, dengan penampilan perdana di Los Angeles pada 7 Desember.

Kasus ini menyoroti perjalanan karier Rod Wave yang berada di titik kontras, antara pencapaian profesional terbesar dan persoalan hukum yang tak kunjung usai. Hingga kini, pihak APD dan perwakilan resmi Rod Wave belum memberikan komentar lebih lanjut terkait perkembangan kasus.