Bengkulu – Nasib gajah sumatera di Bentang Alam Seblat, Bengkulu, kian memprihatinkan. Lebih dari 1.500 hektare habitat mereka lenyap dalam dua tahun terakhir akibat pembukaan lahan untuk perkebunan sawit.

Koalisi Selamatkan Bentang Seblat mengungkap fakta ini dan mendesak pemerintah bertindak tegas.

“Perubahan tutupan hutan secara masif di habitat kunci Gajah sumatera mencapai 1.585 hektare,” ujar Supintri Yohar dari Yayasan Auriga, salah satu anggota koalisi, Selasa (29/10).

Pembukaan lahan terjadi sejak Januari 2024 hingga Oktober 2025.

Dua perusahaan kehutanan, PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) dan PT Bentara Arga Timber (BAT), diduga kuat menjadi aktor utama perusakan habitat gajah ini.

Lokasi perambahan berada di Hutan Produksi (HP) Air Rami dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lebong Kandis, yang masuk wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko.

Ironisnya, kawasan hutan ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Analisis citra satelit menunjukkan pembukaan hutan di HP Air Rami mencapai 270 hektare pada 2024 dan 560 hektare pada 2025.

Sementara di HPT Lebong Kandis, pembukaan hutan mencapai 397 hektare pada 2024 dan 358 hektare pada 2025.

Koalisi juga menemukan perambahan sudah merambah kawasan konservasi TNKS seluas 3 hingga 4 hektare.

Sejak 2020, Koalisi Selamatkan Bentang Seblat telah mendesak Menteri Kehutanan untuk mencabut izin PT API dan PT BAT.

Perusahaan-perusahaan ini dinilai lalai dalam mengamankan wilayah kerja dan membiarkan perambahan serta jual beli lahan terjadi.

Ali Akbar dari Kanopi Hijau Indonesia, anggota koalisi lainnya, menilai pemerintah gagal melindungi hutan dan populasi gajah yang tersisa.

Bentang Alam Seblat merupakan bagian penting dari Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) koridor gajah seluas 80.987 hektare.

Kawasan ini menjadi jalur jelajah gajah sumatera yang tersisa di Bengkulu.

Saat ini, populasi gajah di wilayah tersebut diperkirakan tidak lebih dari 50 individu.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *