Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Payakumbuh bersinergi memperkuat pengawasan pangan dan obat-obatan di wilayah tersebut. Kolaborasi ini bertujuan melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Kesepakatan tersebut terjalin saat Kepala BPOM Payakumbuh, Dio Ramondrana, melakukan kunjungan ke kantor Wali Kota Payakumbuh, Selasa (7/10/2025).
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyambut baik inisiatif BPOM. Ia menegaskan pentingnya kerjasama dalam mengawasi produk di pasar tradisional, UMKM, serta industri rumah tangga.
“Sinergi antara BPOM dan pemerintah daerah sangat penting. Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan,” kata Zulmaeta.
Dio Ramondrana menyatakan komitmen BPOM untuk mendukung program-program Pemkot Payakumbuh. Dukungan tersebut meliputi edukasi, pengawasan, dan sertifikasi produk pangan dan obat.
“BPOM tidak bisa bekerja sendiri. Peran pemerintah daerah sangat strategis,” ujar Dio.
Pihaknya ingin memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir, mulai dari pembinaan UMKM hingga pengawasan di pasar.
Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama konkret, termasuk peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam memperoleh izin edar BPOM.
Selain itu, dibahas pula penguatan pengawasan obat dan makanan, pengawasan program MBG, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat tentang keamanan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, turut hadir dalam pertemuan tersebut, bersama jajaran dari BPOM Payakumbuh.
Zulmaeta berharap kolaborasi ini menghasilkan pengawasan yang lebih terpadu, sehingga masyarakat Kota Payakumbuh terlindungi dari risiko produk yang tidak aman.













