Berita

Polisi: Penculik Kacab BRI Tak Sempat Bobol Rekening Dormant

104
×

Polisi: Penculik Kacab BRI Tak Sempat Bobol Rekening Dormant

Sebarkan artikel ini
bdf43135697108cb87fa2a802c467288.jpg
bdf43135697108cb87fa2a802c467288.jpg

Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Muhamad Ilham Pradipta. Insiden tragis ini terkait erat dengan profesi korban sebagai pekerja perbankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wira Satya Triputra menjelaskan, para pelaku berencana memindahkan sejumlah dana dari rekening dormant atau tidak aktif ke rekening penampungan milik mereka. Untuk melancarkan aksi ini, mereka membutuhkan bantuan seorang kepala cabang bank.

Wira menyebut para pelaku berharap dengan menculik Ilham, korban bersedia memberikan otorisasi untuk menggeser dana dari rekening dormant tersebut. Namun, rencana para pelaku menemui jalan buntu.

Almarhum Ilham Pradipta tetap menolak ajakan kerja sama dari para pelaku, meskipun telah diancam dan dipukuli berkali-kali hingga lemas. Akibat penolakan ini, pelaku tidak berhasil memindahkan dana yang ada di rekening dormant tersebut.

Wira menegaskan, uang itu belum sempat berpindah tangan dan masih berada di rekening dormant.

Sebelumnya, tersangka Candy alias Ken dan Dwi Hartono telah memindahkan sejumlah dana hasil pembobolan salah satu Bank BUMN ke sebuah money changer. Candy kemudian meminta bantuan Dwi Hartono untuk kembali menggeser uang dari money changer tersebut.

Keduanya lalu mencari beberapa kepala cabang bank yang bisa diajak bekerja sama untuk proses penggeseran dana ini. Mereka menyiapkan tiga profil kepala cabang dari dua bank pelat merah yang berbeda.

Dua kepala cabang yang didekati ternyata menolak untuk bekerja sama. Akhirnya, Ilham yang merupakan Kepala KCP BRI Cempaka Putih, menjadi alternatif terakhir dan satu-satunya bagi para pelaku.

Ilham dipilih oleh pelaku secara acak. Mereka hanya berbekal kartu nama milik korban saat menetapkan target, lalu membuntuti, dan akhirnya menculik Ilham.