Berita

Israel Diduga Targetkan Petinggi Hamas di Doha, Qatar

96
×

Israel Diduga Targetkan Petinggi Hamas di Doha, Qatar

Sebarkan artikel ini
3cbeb274f5269553accaec3eaa77b534.jpg
3cbeb274f5269553accaec3eaa77b534.jpg

Doha – Militer Israel mengakui bahwa ledakan yang terlihat dan terdengar di ibu kota Qatar, Doha, merupakan upaya pembunuhan terhadap anggota pimpinan Hamas dan pejabat senior kelompok Palestina tersebut pada Selasa, 9 September 2025.

Serangan ini menandai pertama kalinya Israel melakukan operasi di Qatar, sebuah negara yang dikenal sebagai mediator kunci dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Para pemimpin Hamas sendiri telah menggunakan ibu kota Qatar sebagai markas di luar Gaza selama bertahun-tahun.

Dalam pernyataannya pada Selasa, militer Israel menyatakan, “IDF dan Shin Bet, melalui Angkatan Udara, baru-baru ini melakukan serangan terarah terhadap pimpinan tertinggi organisasi Hamas.” Mereka menambahkan, “Para anggota pimpinan yang diserang memimpin kegiatan organisasi tersebut selama bertahun-tahun, dan bertanggung jawab langsung atas pembantaian 7 Oktober serta mengobarkan perang melawan Negara Israel.”

Pernyataan militer Israel juga menyebutkan bahwa sebelum serangan, “langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan kerugian bagi orang-orang yang tidak terlibat, termasuk penggunaan senjata presisi dan informasi intelijen tambahan.”

Menanggapi insiden tersebut, Majed Al Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengatakan negaranya mengutuk sekeras-kerasnya serangan itu. Menurutnya, serangan tersebut dilakukan terhadap bangunan tempat tinggal yang dihuni beberapa anggota biro politik Hamas.

“Serangan kriminal ini merupakan pelanggaran berat terhadap semua hukum dan norma internasional serta ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga Qatar dan penduduk Qatar,” bunyi pernyataan Al Ansari.

Qatar menegaskan tidak akan menoleransi perilaku sembrono Israel dan intervensi berkelanjutan Israel terhadap keamanan regional, serta tindakan apa pun yang menargetkan keamanan dan kedaulatannya. Investigasi sedang berlangsung di tingkat tertinggi, dan rincian lebih lanjut akan diumumkan segera setelah tersedia.

Seorang pejabat senior Hamas mengonfirmasi bahwa para negosiator kelompok tersebut menjadi sasaran di Doha. Pada Senin sebelumnya, kepala negosiator Hamas, Khalil Al-Hayya, diketahui baru saja bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, di Doha.

Sebelumnya, Israel telah membombardir Gaza, Lebanon, Yaman, dan Suriah, serta melancarkan serangan harian di Tepi Barat yang diduduki di Palestina.