Berita

Menaker Dorong Generasi Muda Asah Skill demi Hadapi Disrupsi Teknologi

18
×

Menaker Dorong Generasi Muda Asah Skill demi Hadapi Disrupsi Teknologi

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjalin kemitraan strategis dengan XLSMART melalui Program Future Ready guna memperkuat pelatihan vokasi di Indonesia. Kerja sama yang diresmikan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) ini bertujuan untuk membekali tenaga kerja dengan kompetensi yang relevan di era disrupsi teknologi.

Dalam peluncuran program yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/7/2026), Yassierli menegaskan bahwa generasi muda harus terus meningkatkan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan otomatisasi. Menurutnya, fokus tantangan ketenagakerjaan saat ini telah bergeser dari sekadar perluasan lapangan kerja menjadi penyediaan keterampilan masa depan atau future skills yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kepada generasi muda, stay relevant dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school,” ujar Yassierli.

Ia menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan kunci krusial dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif di tengah transformasi dunia kerja saat ini. Pihaknya pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif swasta seperti yang dilakukan oleh XLSMART.

“Kami mengapresiasi semua inisiatif yang dibangun berbagai entitas bangsa. Yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa,” kata Menaker.

Yassierli mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk Internet of Things (IoT), akan terus mengubah lanskap kebutuhan tenaga kerja secara drastis. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan secara berkelanjutan menjadi kewajiban agar masyarakat tidak tertinggal.

“Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya,” tegas Menaker.

Melalui kerja sama ini, BBPVP dan BPVP akan dioptimalkan sebagai pusat pelatihan yang mengintegrasikan pengembangan materi berbasis kebutuhan industri. Program ini juga mencakup pelatihan IoT, sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi pemagangan, rekrutmen, dan penempatan kerja.

Menaker berharap kemitraan ini tidak berhenti pada seremonial penandatanganan semata. Ia menekankan pentingnya implementasi konkret agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi khalayak luas.