Santos – Bintang sepak bola Brasil, Neymar, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden penamparan yang ia lakukan terhadap rekan setimnya di Santos, Robinho Junior. Peristiwa tersebut terjadi saat keduanya menjalani sesi latihan di kompleks CT Rei Pele, Minggu (3/5).
Keributan itu sempat memicu perhatian publik setelah pihak klub menyatakan akan melakukan investigasi internal. Neymar dikabarkan tersulut emosi setelah Robinho Junior berhasil melewatinya melalui aksi dribel di lapangan.
Dalam keterangannya usai laga Copa Sudamericana melawan Recoleta, Rabu (6/5), pemain berusia 34 tahun itu mengakui tindakannya telah melampaui batas. Ia menegaskan telah menemui pihak keluarga yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara pribadi.
Robinho Junior membenarkan bahwa dirinya sempat ditampar oleh Neymar. Namun, ia menyatakan konflik tersebut telah berakhir dan tidak lagi menjadi ganjalan bagi kekompakan tim.
Meski sempat merasa kecewa karena menganggap Neymar sebagai sosok idola sejak kecil, Robinho Junior mengaku telah menerima permintaan maaf tersebut. Hubungan keduanya terlihat mencair saat pertandingan melawan Recoleta, di mana Neymar merayakan golnya dengan memeluk Robinho Junior.
Neymar berdalih bahwa gesekan di lapangan merupakan hal lumrah dalam dunia sepak bola, layaknya pertengkaran antar saudara. Ia menegaskan memiliki kedekatan khusus dengan putra dari mantan penyerang tim nasional Brasil tersebut.
Di luar isu internal klub, fokus Neymar saat ini terpecah pada upaya pemulihan cedera demi mengamankan satu tempat di skuad tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026. Penampilan terakhir Neymar bersama timnas terjadi pada Oktober 2023, sementara pelatih Carlo Ancelotti dijadwalkan mengumumkan daftar pemain final pada 18 Mei mendatang.
Sebagai informasi, ayah dari Robinho Junior saat ini masih menjalani masa hukuman penjara selama sembilan tahun akibat vonis kasus pemerkosaan yang terjadi di Italia pada 2017 silam.







