Jakarta – Teknologi kecerdasan artifisial (AI) kini disalahgunakan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan modus penipuan baru berupa kloning suara. Hanya dengan sampel audio berdurasi tiga detik, pelaku mampu menduplikasi suara seseorang secara akurat, termasuk meniru nada dan aksen aslinya.

Pakar dari Charles Sturt University, Australia, menjelaskan bahwa modus ini dirancang khusus untuk mengelabui keluarga atau kerabat dekat korban.

Dalam aksinya, pelaku biasanya berpura-pura berada dalam situasi darurat. Mereka kemudian mendesak korban untuk segera mengirimkan sejumlah uang.

Sampel suara yang digunakan pelaku umumnya diperoleh dari panggilan telepon singkat atau konten audio-video yang diunggah oleh calon korban di media sosial.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *