Jakarta – Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dan perusahaan otobus Primajasa resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan program pelatihan pengemudi. Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan standar keselamatan berkendara di industri transportasi nasional.
Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya menekan risiko kecelakaan yang kerap dipengaruhi oleh faktor manusia atau pengemudi.
Direktur Pemasaran HMSI, Tomoki Hattori, menekankan bahwa keselamatan dan keandalan merupakan fondasi utama dalam operasional transportasi. Menurutnya, membangun sistem transportasi yang aman memerlukan kolaborasi erat antara produsen, regulator, dan operator.
“Keselamatan, keandalan, dan tanggung jawab harus menjadi dasar dalam setiap perjalanan, dan itu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” ujar Hattori.
Sementara itu, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menyoroti bahwa kompetensi pengemudi adalah faktor krusial. Ia menegaskan, kendaraan secanggih apa pun tidak akan menjamin keselamatan tanpa pengemudi yang terampil.
Wildan menambahkan, pelatihan pengemudi juga berdampak signifikan pada efisiensi operasional perusahaan. Ia mencontohkan, peningkatan kompetensi pengemudi terbukti mampu menekan biaya perawatan kendaraan secara drastis.
“Setelah pelatihan, biaya maintenance yang sebelumnya sekitar Rp 3 miliar per tahun turun menjadi sekitar Rp 900 juta. Artinya ada efisiensi hampir Rp 2 miliar hanya dari peningkatan kompetensi pengemudi,” jelas Wildan.
Salah satu poin penting dalam pelatihan tersebut mencakup teknik berkendara yang tepat, termasuk penggunaan putaran mesin (RPM). Penggunaan RPM yang tidak sesuai, meski terlihat menghemat bahan bakar, berisiko merusak komponen kendaraan dalam jangka panjang.Jakarta – Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dan Primajasa resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan program pelatihan pengemudi guna meningkatkan keselamatan berkendara. Kerja sama ini diumumkan dalam ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Direktur Pemasaran HMSI, Tomoki Hattori, menekankan bahwa keselamatan, keandalan, dan tanggung jawab merupakan fondasi utama dalam transportasi. Menurutnya, membangun sistem transportasi yang aman memerlukan kolaborasi erat antara produsen, regulator, dan operator.
Hino berkomitmen mendukung hal tersebut tidak hanya melalui penyediaan kendaraan berstandar keselamatan tinggi, tetapi juga melalui pelatihan pengemudi dan dukungan purna jual yang komprehensif.
Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menyoroti bahwa faktor manusia atau pengemudi tetap menjadi penentu utama keselamatan di jalan raya. Kendaraan secanggih apa pun tidak akan optimal tanpa kompetensi pengemudi yang mumpuni.
Wildan menambahkan, pelatihan pengemudi juga berdampak signifikan pada efisiensi operasional perusahaan. Ia mencontohkan sebuah perusahaan transportasi yang berhasil menekan biaya perawatan dari Rp 3 miliar menjadi Rp 900 juta per tahun setelah pengemudinya mendapatkan pelatihan.
Salah satu poin krusial dalam pelatihan adalah teknik berkendara, termasuk penggunaan putaran mesin (RPM) yang tepat. Penggunaan RPM yang salah tidak hanya memboroskan bahan bakar, tetapi juga berisiko merusak komponen vital seperti kopling dan rem.
“Pengemudi harus tahu kapan menggunakan RPM rendah dan kapan tinggi. Ini ada ilmunya. Kalau dilatih, bukan hanya lebih aman, tapi juga lebih efisien,” pungkas Wildan.







