FENESIA – Tim Nasional Indonesia telah menyelesaikan fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menduduki peringkat keempat Grup C. Pertanyaan yang muncul, siapa pemain yang paling sering menerima kartu dari wasit?
Selama Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia telah melakoni total 18 pertandingan. Rinciannya meliputi dua laga di fase pertama, enam laga di fase kedua, dan 10 laga di fase ketiga.
Dari 12 Oktober 2023 hingga 10 Juni 2025, tercatat 21 pemain yang mendapatkan kartu kuning atau merah. Rinciannya, 20 pemain menerima kartu kuning dan dua pemain terkena kartu merah.
Justin Hubner dan Jordi Amat menjadi dua pemain yang menerima kartu merah. Hubner mendapatkan kartu merah saat melawan Arab Saudi akibat akumulasi dua kartu kuning, sementara Jordi Amat mendapatkannya saat menghadapi Irak. Total kartu kuning yang dikoleksi pemain Indonesia mencapai 36.
Hubner menjadi pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak, yakni lima kali. Tiga di antaranya diperoleh pada fase ketiga dan dua lainnya di fase kedua.
Rafael Struick menyusul di urutan kedua dengan empat kartu kuning, dua di fase ketiga dan dua di fase kedua.
Asnawi Mangkualam Bahar berada di urutan ketiga dengan tiga kartu kuning, dua di fase ketiga dan satu di fase pertama kualifikasi.
Menjelang fase keempat kualifikasi, pemain Indonesia diimbau untuk berhati-hati. Pasalnya, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks terancam akumulasi kartu.
Ketiganya telah mengantongi satu kartu kuning di fase ketiga yang tidak akan diputihkan pada fase keempat. Ini berarti, ketiga pemain tersebut berpotensi absen jika kembali mendapatkan kartu di laga selanjutnya.
Berikut daftar lengkap pengoleksi kartu:
* Kartu Kuning:
* 5: Justin Hubner
* 4: Rafael Struick
* 3: Asnawi Mangkualam
* 2: Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-A-On, Marselino Ferdinan, Maarten Paes, Sandy Walsh, Witan Sulaeman
* 1: Calvin Verdonk, Ernando Ari, Ricky Kambuaya, Ole Romeny, Kevin Diks, Hokky Caraka, Saddil Ramdani, Marc Klok, Muhammad Ferarri
* Kartu Merah: Justin Hubner, Jordi Amat
“Kami harus lebih disiplin di lapangan dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu,” ujar Shin Tae-yong dalam sebuah kesempatan, menekankan pentingnya menjaga performa tim tanpa harus kehilangan pemain kunci akibat akumulasi kartu. (*)







