Berita

Sopir Diduga Salah Injak Pedal Gas, Picu Kecelakaan Mobil MBG-BGN

106
×

Sopir Diduga Salah Injak Pedal Gas, Picu Kecelakaan Mobil MBG-BGN

Sebarkan artikel ini
2f94caf5e9aeeb31a722193307f45485.jpg
2f94caf5e9aeeb31a722193307f45485.jpg

Jakarta Utara – Sebuah mobil pengangkut makanan bergizi gratis (MBG) menabrak puluhan siswa dan seorang guru di SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara, pada Kamis, 11 Desember 2025. Insiden tragis ini menyebabkan 22 korban luka, dengan dua siswa dilaporkan berada dalam kondisi kritis di ruang ICU. Pihak kepolisian menyatakan bahwa pengemudi kendaraan tersebut diduga berada dalam kondisi tidak layak untuk berkendara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Erick Frendriz menegaskan, sopir mobil operasional MBG itu tidak layak mengemudikan kendaraan saat kejadian. Meskipun hasil pemeriksaan urine dan alkohol masih menunggu, Erick memastikan kondisi sopir tidak ideal untuk berkendara.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) juga menguatkan dugaan awal. Kapolsek Cilincing Ajun Komisaris Bobi Subasri menjelaskan, sopir diduga salah menginjak pedal gas, alih-alih rem, saat mendekati area sekolah.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin menambahkan, rekaman CCTV menunjukkan sopir sempat berhenti sebentar di pintu masuk sebelum tiba-tiba menambah kecepatan dan masuk ke halaman sekolah. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus dan memeriksa sopir di Markas Polsek Cilincing.

Dari total 22 korban, dua siswa mengalami luka paling parah dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Koja. Keduanya memerlukan operasi tulang dan plastik, serta ditangani oleh tim medis yang melibatkan dokter saraf, dokter anak, dan dokter kosmetik.

Selain dua siswa kritis tersebut, sembilan korban lainnya masih menjalani rawat inap, dengan lima orang dirawat di RSUD Koja dan empat di RSUD Cilincing. Sebanyak 11 siswa lainnya telah diizinkan pulang setelah menerima penanganan medis.

Menanggapi insiden ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan permintaan maaf mendalam atas kelalaian sopir dari SPPG Walangsari. Dadan menjamin seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung penuh oleh BGN.

Dadan sebelumnya menduga kecelakaan disebabkan oleh kurangnya pengalaman sopir cadangan yang baru beberapa kali bertugas menggantikan sopir utama yang sakit. Ia menyebut, sopir kemungkinan panik saat memindahkan gigi dari dua ke satu di jalan menanjak, sehingga salah menginjak pedal gas.

BGN juga mengakui insiden ini menjadi pelajaran penting. Dadan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen sopir cadangan dan memastikan kualifikasi mereka setara. Petunjuk teknis tata kelola MBG juga mewajibkan pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum operasional, sebuah aspek yang akan lebih diperketat pengawasannya.