Berita

Raja Juli Sebut Cak Imin Minta Maaf Soal Pernyataan Banjir Sumatera

115
×

Raja Juli Sebut Cak Imin Minta Maaf Soal Pernyataan Banjir Sumatera

Sebarkan artikel ini
9e376ab89cc592776876d87c280a186b.jpg
9e376ab89cc592776876d87c280a186b.jpg

Jakarta – Potensi gesekan antarkabinet mereda setelah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, telah meminta maaf. Permintaan maaf ini terkait pernyataan “taubat nasuha” yang dilontarkan Cak Imin menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Raja Juli Antoni menyatakan telah menerima pesan WhatsApp langsung dari Cak Imin yang berisi permintaan maaf dan klarifikasi maksud dari pernyataannya. “Beliau secara gentle minta maaf,” ujar Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Menurut Raja Juli, ia memahami bahwa pernyataan Cak Imin tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan. Ia pun menekankan pentingnya kekompakan di antara para anggota Kabinet Merah Putih. “Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita,” tegasnya, seraya mengapresiasi sikap Cak Imin.

Sebelumnya, Cak Imin sempat menarik perhatian publik dengan menyurati tiga menteri, yakni Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup. Ia mengajak mereka untuk melakukan “taubat nasuha” sebagai respons terhadap serangkaian bencana alam di Sumatera.

“Bahasa NU-nya tobatan nasuhah,” kata Cak Imin pada Senin (1/12/2025). Ia menjelaskan, “taubat nasuha” yang dimaksud adalah evaluasi total seluruh kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Ia bahkan melontarkan peringatan keras mengenai dampak kelalaian manusia terhadap lingkungan. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” tandas Cak Imin.