Fenesia – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani. Penunjukan ini dilakukan di tengah sorotan publik terhadap Sri Mulyani terkait kebijakan pajak baru yang diberlakukan belakangan ini.

Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 8 September 2025, sore hari. Penunjukannya diharapkan membawa angin segar dalam pengelolaan fiskal negara.

Profil Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2020-2025. Pria kelahiran Bogor pada 7 Juli 1964 ini memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pemerintahan.

Karier Purbaya di pasar modal dimulai pada tahun 2000, saat ia bergabung dengan PT Danareksa (Persero) sebagai Senior Economist Danareksa Research Institute pada usia 36 tahun. Lima tahun kemudian, ia menjabat sebagai Chief Economist Danareksa Research Institute pada 2005.

Purbaya terus menanjak dalam kariernya, kemudian menjadi Direktur PT Danareksa Sekuritas hingga tahun 2008. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Danareksa Investment Management. Purbaya memiliki izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), yang kini dikenal sebagai Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2009–2014), Purbaya dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, kala itu di bawah Menko Hatta Rajasa.

Setelah masa tugasnya sebagai staf khusus, karier Purbaya semakin cemerlang. Pada Maret 2015, ia menjabat Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Purbaya juga aktif membantu kampanye Joko Widodo melalui sayap relawan Tim Bravo Lima yang juga dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejak 10 Januari 2017, Purbaya dipercaya menjabat komisaris di PT Inalum (Persero), yang merupakan Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID. Holding ini membawahi sejumlah perusahaan besar seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Freeport Indonesia.

Pada 21 Mei 2018, Purbaya menyusul Luhut Binsar Pandjaitan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Ia dipercaya menempati posisi Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi. Bidang ini bertugas menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, pelaksanaan, serta pengendalian kebijakan kementerian/lembaga yang terkait isu kedaulatan maritim dan energi.

Dua tahun kemudian, pada 23 September 2020, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *