JAKARTA – Analis politik senior Boni Hargens menilai Polri semakin humanis dan profesional di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Polri juga dinilai berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk melayani masyarakat selama Ramadan 2026.
Boni menyebut Polri sebagai mitra strategis pemerintah dalam berbagai program prioritas.
Mulai dari ketahanan pangan hingga pengendalian harga bahan pokok.
“Polri telah membuktikan sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah,” ujar Boni, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, Polri berperan dalam ketahanan pangan, pengendalian harga, dan menjaga kondusivitas Ramadan.
Polri juga dinilai sebagai fasilitator pembangunan sosial.
“Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma Polri yang berorientasi pada pelayanan publik yang tulus dan berkesinambungan,” katanya.
Polri dinilai berhasil menjaga kondusivitas nasional melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Termasuk kementerian, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas keagamaan.
Boni menilai Polri Ramadan 2026 adalah cerminan transformasi institusi.
Dari yang ditakuti menjadi dicintai, dari penegak hukum keras menjadi pelayan masyarakat.
Program Safari Ramadan dan Bakti Sosial Polri 2026 dinilai sebagai wujud komitmen Polri.
Ribuan personel mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dan keluarga kurang mampu.
Transformasi institusional Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit dinilai berdampak positif.
Kasus kekerasan turun 80 persen dan penyalahgunaan wewenang turun 83 persen dalam empat tahun.
Transformasi Polri bukan hanya perubahan administratif, tetapi revolusi paradigma.
Penurunan angka penangkapan terkait unjuk rasa menjadi indikator keberhasilan reformasi.
“Polri bukan hanya penegak hukum, Polri adalah bagian dari keluarga besar Indonesia yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi setiap warga negara dari Sabang sampai Merauke,” pungkas Boni.














