News Feed Indonesia

Ada yang Terbesar di Asia Tenggara, Berikut Museum Bersejarah di Indonesia


FENESIA – Indonesia memiliki beberapa museum tertua dan menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Bangunan bersejarah ini memang sengaja diciptakan demi menjaga ingatan akan peristiwa dan artefak lama. Ide untuk membangun museum sendiri, terhitung sekitar 2.500 tahun yang lalu.

Museum menjadi salah satu tempat bersejarah dengan berbagai aneka peninggalan yang mengandung banyak ilmu untuk generasi selanjutnya. Perjalanan ke sebuah museum bisa memberikan banyak positif termasuk wawasan terkait sejarah negara, seni dan ilmu lainnya.

Berikut kami sajikan buat Feeners museum tertua bersejarah di Indonesia, diantaranya:

1 Museum Bahari

Museum Bahari
Museum Bahari memiliki banyak nilai sejarah. Foto: Internet

Museum Bahari terletak di area Sunda Kelapa tua di Kecamatan Penjaringan, Jakarta, yang mana dulunya museum ini bangunan gudang milik Hindia Belanda. Museum Bahari memberikan edukasi dan informasi tentang sejarah dunia maritim dan pengaruhnya ke ekonomi di Indonesia. Koleksi Museum Bahari mencapai 126 yang meliputi 19 perahu asli dan 107 miniatur biota laut dan beberapa fot. Meski memiliki banyak koleksi maritim, namun Museum Bahari in kurang peminatnya. Meskipun begitu Museum Bahari tetap mendapat penghasilan dari orang-orang yang berfoto prewedding atau pembuatan video klip.

Pada Januari 2018, terjadi kebakaran yang membuat Gedung A dan B blok 1 dan 2 Museum Bahari terbakar. Hal ini mengakibatkan banyak peninggalan sejarah yang rusak, yaitu sejarah dan para pelaut terkenal, miniatur perahu dan alat-alat navigasi. 

2 Museum Fatahillah

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah terletak di kawasan Kota Tua. Foto: Internet

Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta. Bangunan ini merupakan sebuah museum yang terletak di jalan Taman Fatahillah Nomor 1, Jakarta Barat, dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Bangunan ini dahulu menjadi Balai Kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap pada bagian timur dan barat serta bangunan ujungnya yang terpakai sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan oleh bapak Ali Sadikin sebagai Museum Sejarah Jakarta. Museum ini memiliki berbagai macam koleksi menarik dengan nilai sejarahnya sendiri. Benda bersejarah yang bisa Feeners lihat ada sekitar 23.500 benda, dari beberapa benda ada yang asli dan replica.

Museum Bahari juga menyimpan benda bersejarah berupa prasasti ciaruteun peninggalan kerajaan Tarumanegara. Pengunjung juga bisa melihat patung Dewa Hermes, koleksi alat pertukangan dan berbagai senjata pada zaman prasejarah yang tersimpan dan tersusun rapi.

3 Museum Wayang

Museum Wayang
Museum Wayang. Foto: Internet

Museum ini masih berada dalam kawasan wisata kota tua yang mana areanya sangat berdekatan dengan Jakarta History Museum, tepatnya berada di jalan Pintu Besar Utara No.27, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Museum Wayang, termasuk salah satu tempat yang mengoleksi banyak benda bersejarah dengan usia ratusan tahun. Museum yang terletak pada daerah Jakarta Barat ini sudah ada sejak tahun 1640.

Saat mengunjungi Museum Wayang, pengunjung akan melihat berbagai koleksi wayang dan boneka yang cukup beragam. Koleksinya tidak hanya berasal dari Indonesia, antara lain Malaysia, India, Vietnam hingga Prancis. Museum Wayang juga menghadirkan koleksi lain, seperti gamelan, lukisan dan piring yang bernilai sejarah.

4 Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg
Museum Benteng Vredeburg didirikan pada tahun 1760. Foto: Internet

Museum Benteng Vredeburg menjadi salah satu bangunan tertua bersejarah yang ada di Indonesia. Awalnya, bangunan ini berupa benteng yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan dari Belanda sejak tahun 1760. Tujuan dari pembangunan benteng tersebut karena ingin menjaga keamanan keraton dan sekitarnya. Hanya saja, Belanda memiliki maksud tersembunyi di balik pembuatan benteng tersebut.

5 Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia merupakan museum pertama di Asia Tenggara. Foto: Internet

Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah adalah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geogradi yang berada di Jakarta Pusat. Museum ini menjadi museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang berdiri pada 24 April 1778.

Berdirinya Museum Nasional Indonesia pada 24 April 1778 ini bermula dari pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, sebuah lembaga kebudayaan di Batavia. Pada masa pemerintahan Inggris, 1811 sampai 1816, Thomas Stamford, direktur Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen memerintahkan pembentukan gedung baru.

6 Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti
Museum Taman Prasasti berada di daerah Jakarta Pusat

Museum Taman Prasasti termasuk salah satu bangunan bersejarah yang ada di Indonesia. Museum ini bisa kita sebut sebagai cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang sudah ada semenjak tahun 1795. Museum ini memiliki beragam koleksi, seperti prasasti, batu nisan, makam perunggu, marmer dan peninggalan bersejarah lainnya.

Saat berkunjung ke Museum Taman Prasasti, ada juga peninggalan batu nisan yang bisa kita lihat. Beberapa batu nisan orang terkenal yang ada di museum ini seperti Soe Hok Gie, Van Delden dan Olivia Mariamne Raffles.

7 Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia
Museum Bank Nasional. Foto: Internet

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum yang terletak di Jakal Pintu Besar Utara Nomor 3, Jakarta Barat atau berada pada komplek Kota Tua. Sama dengan Gedung Bank Indonesia yang berada di Jalan MH Thamrin, museum ini dulunya adalah bekas gedung Bank Indonesia Kota. Jauh sebelum menjadi gedung Bank Indonesia, bangunan yang kini menjadi cagar budaya ini merupakan peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasik, terpadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828. Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia.

 Selain itu, Museum juga memeiliki berbagai mata uang, tumpukan emas batangan dan patung yang menceritakan seputar pembangunan dan aktivitas perbankan pada masa kolonial. Ada beragam koleksi yang bisa kita lihat nih Feeners, yaitu uang kertas, uang logam dan sejarah terkait Bank Indonesia.

Nah, jadi itulah Feeners Museum Tertua Bersejarah di Indonesia yang bisa Feeners kunjungi. Hadirnya museum ini semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kamu ya.

Penulis: Rahma Yulia Putri

REKOMENDASI
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.